Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan oleh Plt Sekdes Dorokandang Arianto oleh media pada Rabu (24/5/2017). "Sebenarnya penutupan itu juga sudah muncul pada tahun tahun lalu. Namun para PSK di sini meminta waktu lagi supaya diundur. Sebab mereka rata-rata mempunyai tanggungan utang di koperasi," katanya.

Dari informasi yang ada, utang di koperasi tersebut digunakan untuk buka warung yang ada di area lokalisasi tersebut. "Mereka utang ke koperasi atau perbankan itu untuk modal usaha warung. Sebab, warung itu sebagai penarik minat bagi pengunjung lokalisasi," bebernya.

Oleh sebab itu, dengan adanya tanggungan modal usaha atau utang di koperasi itulah, pihak pekerja yang ada di tempat tersebut meminta waktu penutuan dapat diundur.

"Rata-rata dari 14 rumah yang dijadilan lokalisasi itukan dalamnya ada warungnya. Baik warung kopi atau sekadar minuman ringan," paparnya.Di sisi lain, ia juga berharap supaya penutupan lokalisasi yang akan dilakukan pada 27 Juni 2017 mendatang dapat mendatangkan efek positif bagi warga."Kalau penutupan itu, nantinya khusus mucikarinya bakal diikutkan pelatihan membatik. Sebab ke 14 mucikari itu warga Dorokandang. Sedangkan PSK-nya bakal dipulangkan ke wilayahnya masing-masing yang ada di luar Rembang," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler