Belajar dari Semangat Nyamini, Perempuan Paruh Baya yang Sudah Belasan Tahun Jadi Tukang Tambal Ban
Edy Sutriyono
Kamis, 25 Mei 2017 21:06:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ia terus berkutat dengan ban sepeda motor yang sedang ditambalnya. Kedua tangannya yang sudah mulai sedikit keriput terlihat begitu kontras dengan velg sepeda motor yang kinclong.
Untuk wanita dengan usia 50 tahun, Nyamini memang masih sedikit terlihat kuat untuk menjadi seorang penambal ban. Namun demikian, ia tak punya pilihan lain untuk melakukan pekerjaan dalam mencukupi kebutuhan keluarga.
Apalagi, kini Nyamini menjadi tulang punggung keluarga. Suaminya, Agus Anwar (60) sudah tidak bisa lagi melakoni pekerjaan sebagai penambal seperti beberapa tahun lalu. Agus lebih banyak istirahat di rumah karena kondisi fisiknya yang sudah mulai melemah.
Sebagai penggantinya, Nyamini harus melanjutkan pekerjaan ini meski sendirian. “Dulu ketika suami masih sehat, ya bersama suami kerja nambal ini. Tapi, sejak 2012 lalu, saya bekerja sendirian, karena kondisi kesehatan suami sudah menurun,” ujar wanita asal Pandean RT 2 RW 2 Kecamatan Rembang ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



