Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Budidaya lele dengan sistem Biomaksi yang dilakukan oleh jajaran Polres Rembang merupakan pylot project dari Polda Jawa Tengah. Di mana, budidaya lele tersebut nantinya juga dapat dijalankan anggota polisi saat sudah melepas jabatannta atau pensiun.

Sistem biomaksi merupakan budidaya lele dengan menggunakan kolam buatan dari terpal, besi yang dibentuk melingkar yang berdiameter sekitar 2,5 meter dan tinggi sekitar 150 centi meter.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengatakan, pihak Polres Rembang yang pertama kali membuat budidaya lele biomaksi. Terlebih budidaya jni juga sebagai pylot project jajaran polres yang ada di Jawa Tengah.

Kolam lele dengan sistem biomaksi ini, diyakini tidak membutuhkan waktu lama untuk panen. Pasalnya rata- rata makanan yang diberikan ke ikan tersebut murni dari bahan organik.

"Pakannya saja organik, ramah lingkungan. Berbeda dengan dengan sistem manual. Ikan tersebut bisa dikasih bangkai ayam, dan lainnya. Dan nantinya bisa dipanen 2 atau 3 bulan ke depan," paparnya.

Dia melanjutkan, panennya bisa cepat atau bisa cepat besar karena ruang gerak lelenya tidak terpatok dengan sudut kolam. "Kalau kolam berbentuk segi empat, gerak dari lele itu bisa terbatas. Sedangkan bila berbentuk melingkar seperti jni, gerak lelenya bisa tak terbatas. Dan tidak serta merta terpatok pada sudut kolam," bebernya.Menurutnya, satu kolam sistem biomaksi yang dimiliki Polres Rembang ini diisi dengan bibit lele sebanyak 3 ribu ekor.Kemudian, kolam ini juga dilengkapi dengan sistem pembuangan airnya. Dengan sistem ini, air yang ada di kolampun tidak dapat mengeluarkan bau amis atau sejenisnya.Sementara itu, mengenai modal awal, pihaknya mengutarakan bahwa untuk satu kolam memerlukan modal sekitar Rp 5 juta. "Modal awalkan memang banyak. Membeli bibit alat kolam dan lainnya. Bila nanti sudah panen dan akan memulai lagi, pastinya akan menghabiskan modal minimal," ucapnya.Dia menambahkan, dengan adanya budidaya lele inilah nantinya para anggota polisi yang memang sudah pensiun bisa mengembangkannya di rumah."Sehingga mereka bisa mempunyai tambahan penghasilan, kesibukan dan bisa mempunyai usaha," pungkasnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler