Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelumnya, FK Metra Rembang tampil dalam tahap seleksi di Taman Budaya Kudus, 16 Mei 2017 lalu. Mereka bersaing dengan 11 FK Metra lain dari Kota Semarang, Surakarta, Grobogan, Salatiga,  Sragen, Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, Blora, Pati dan Demak.

FK Metra Rembang mementaskan kesenian Kethoprak Humor dengan lakon Roro Mendut dan Pronocitro yang merupakan cerita rakyat Desa Kuangsan, Kecamatan Kaliori. Dalam lakon tersebut menceritakan Roro Mendut anak dari Lurah Kuangsan lebih memilih Pronocitro yang memiliki sifat jujur daripada Tumenggung Wiraguna yang lebih kaya dan punya jabatan, namun memiliki sifat suka berbohong dan korupsi.

Dalam pentas, unsur- unsur pesan yang berkaitan dengan tema "Jateng Gayeng, Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi” juga disisipkan sebagai isi sosialisasi kepada penonton. Para pemain di akhir pementasan juga menyanyikan lagu mboten ngapusi mboten korupsi.

Ketua FK Metra Rembang Sigit Ariyanto mengungkapkan, keunggulan FK Metra Rembang dalam pementasan seleksi di Kudus beberapa di antaranya penyampaian visi misi Jateng Gayeng Mboten Korupsi Mboten Korupsi. Selain itu, adanya jingle mboten korupsi mboten ngapusi yang khusus diciptakan olehnya.

Selanjutnya, untuk persiapan ajang final yang rencananya akan dilaksanakan di Semarang bulan Juli-Agustus mendatang, pihaknya melakukan perbaikan dan pematangan pemain dalam pentas. Karena ada beberapa hal yang dirasa kurang maksimal saat penampilan di Kudus.Sementara, Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi  Andi Dimyati melalui Nur Purnomo, Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan FK Metra Rembang. Pasalnya, FK Metra di Kabupaten Rembang baru dibentuk bulan ini, bahkan kepengurusannya belum sempat dikukuhkan.Untuk final, rencananya dilaksanakan tanggal 20 Agustus 2017 bersamaan dengan Jateng Fair di Semarang. Menghadapi pentas final, dirinya lebih menyoroti sound atau audio karena saat seleksi dinilai kurang maksimal. Di tempat berbeda, pentas seleksi digelar untuk yang pentas di Kabupaten Purworejo meloloskan FK Metra Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Magelang dan disusul Kota Magelang. Sedangkan yang mengikuti pentas seleksi di Brebes, FK Metra Kabupaten Purbalingga, Pekalongan dan Pemalang  lolos ke final.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler