Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ketua Komisi D DPRD Rembang Henri Purwoko mengatakan, jika proses rehab kini ditangani sekolah sendiri. Dengan sistem swakelola seperti itu, menurutnya, mestinya mendapatkan kualitas lebih bagus, dibandingkan garapan pemborong. Namun ternyata, tetap saja muncul kabar miring mengenai adanya dugaan ketidakberesan dalam pengerjaan rehab.

Dari laporan yang masuk, katanya, ada material kayu yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi petunjuk teknis. Kemudian, bahkan ada oknum Kepala UPT Dinas Pendidikan yang disinyalir mengkondisikan pembelian material ke toko bangunan tertentu.

"Kalau hasil akhirnya bagus tidak masalah. Namun manakala lebih buruk, tentu yang menjadi taruhan adalah nyawa siswa. Jangan sampai kualitas asal – asalan, begitu diterpa angin kencang sedikit, langsung ambruk," ujarnya.

Ia berharap sekolah mendapatkan kebebasan dalam memilih toko bangunan. Mana yang harganya lebih murah, tapi tak berpengaruh terhadap kualitas. Jangan sampai mereka dipaksa – paksa, sehingga dalam menata sekolahnya diselimuti rasa tidak nyaman.Terkait dengan laporan yang masuk tersebut, Komisi D bakal menggelar inspeksi mendadak (sidak), guna memastikan kebenarannya. Hasil sidak nanti akan menjadi bahan evaluasi dengan Dinas Pendidikan.Dirinya juga menyatakan, jika nilai dana alokasi khusus (DAK) yang digelontorkan tahun ini mencapai Rp 48 miliar, untuk rehab 129 sekolah. Menurut Henri, karena anggaran lumayan besar, masyarakat maupun komite sekolah harus turut mengawasi.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler