Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari 10 korban tersebut, 3 di antaranya masih mendapatkan perawatan di ruang instalalsi gawat darurat (IGD) RSUD setempat. Ketiga korban yang masih di IGD tersebut antara lain Nanda andini putri (16) warga Tawangsari Leteh. Saat kejadia ia pingsan atau shok, sehingga harus ditandu dan dibawa ke RSU.

Kemudian korban kedua yakni Nana Nurhayati (31) warga Mondoteko, Rembang. Ia harus dilarikan ke rumah sakit lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo dari arah selatan, dan mengalami luka sobek di pipi kanannya. Saat itu ia berada di tribun sayap atau bagian barat yang berada di sisi selatan.

Sementara korban ketiga yakni Ahmad Hanif (15) warga Pamotan. Mengalami luka robek di kepala belakang bagian kiri, karena terkena lemparan batu dan harus mendapatkan jahitan. Saat kejadian ia berada di tribun timur bagian utara.

Selain itu juga ada korban lainnya yang menjalani rawat jalan setelah mendapatkan jahitan di pelipis kanan lantaran terkena lemparan batu dari arah selatan. Korban tersebut yakni Lukman Hasim (21) warga Sedan Rembang.

Sementara itu, Bupati Rembang Abdul Hafidz yang juga selaku Ketua Umum PSIR menyebut, peristiwa itu cukup disesalkan. Sehingga akan ada evaluasi, supaya kejadian serupa tak terulang.

"Evaluasi itu baik mulai dari panpel (panitia penyelenggara) dan lainnya. Supaya nantinya bisa tahu yang salah siapa dan kita tak mau menuding atau menyalahkan pihak lain. Insiden ini saya kira spontanitas," paparnya.

 
Baca juga : Penonton Ricuh, Pertandingan PSIR vs Persis Solo Dibubarkan Sementara itu, saat disinggung mengenai pertandingan lanjutan, ia menyebut hal itu justru bisa merugikan PSIR. Meski demikian, sebelumnya saat suasana di stadion mulai kondusif pihak pengawas juga telah menawarkan untuk melanjutkan pertandingan. Hanya saja pihak Persis Solo disebut tak bersedia."Pengawas pertandingan juga siap melanjutkan. Namun pihak tamu tak mau melanjutkan. Dan misalkan ada kelanjutan, maka saya harap ada kebijakan tersendiri bagi PSSI untuk menyelesaikan itu," ungkapnya.Dia menambahkan, investigasi pengawas itu perlu, seban itu solusi yang baik untuk memutuskan siapa yang akan bertanggung jawab dalam insiden ini. "Sebab dalam pertandingan sebelumnya juga baik-baik saja dan selesai dengan damai," tambahnya.Perlu diketahui, untuk ke 10 korban luka lantaran terkena lemparan batu dari suporter Persis Solo baik yang masih di rawat di RSU maupun yang sudah pulang akan ditanggung oleh PSIR.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler