Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
"Memang pada masa Pemerintahan Bupati Moch. Salim, sempat ada rencana pembangunan zona industri yang berada3 titik," kata Abdul Hafidz.
Dari rencana itu, ketiga titik yang akan dijadikan zona industri yakni Kecamatan Sluke, antara Rembang – Lasem dan jalur Rembang – Blora. Hanya saja, ia belum sepakat, karena masih mempertimbangkan aspek sosial yang ada di masyarakat Kabupaten Rembang.
"Ya saya berfikir bahwa jangan sampai tanah atau wilayah strategis yang ada di Rembang berubah jadi pabrik – pabrik besar. Menurut saya, ya kasihan masyarakat, kalau dalam jangka panjang lahan kian menyusut karena sudah dimiliki investor Cina," paparnya.
Di sisi lain, ia mengakui bahwa pernah ditemui seorang investor dari Cina. Dan ternyata investor tersebut sudah menguasai data, tentang potensi tanah dan harganya di Rembang. Khususnya di sepanjang jalur pantai utara antara Kecamatan Kaliori sampai dengan Kecamatan Sarang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



