Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Memang pada masa Pemerintahan Bupati Moch. Salim, sempat ada rencana pembangunan zona industri yang berada3 titik," kata Abdul Hafidz.

Dari rencana itu, ketiga titik yang akan dijadikan zona industri yakni Kecamatan Sluke, antara Rembang – Lasem dan jalur Rembang – Blora. Hanya saja, ia belum sepakat, karena masih mempertimbangkan aspek sosial yang ada di masyarakat Kabupaten Rembang.

"Ya saya berfikir bahwa jangan sampai tanah atau wilayah  strategis yang ada di Rembang berubah jadi pabrik – pabrik besar. Menurut saya, ya kasihan masyarakat, kalau dalam jangka panjang lahan kian menyusut karena sudah dimiliki investor Cina," paparnya.

Di sisi lain, ia mengakui bahwa pernah ditemui seorang investor dari Cina. Dan ternyata investor tersebut sudah  menguasai data, tentang potensi tanah dan harganya di Rembang. Khususnya di sepanjang jalur pantai utara antara Kecamatan Kaliori sampai dengan Kecamatan Sarang.
"Saya juga heran kenapa sampai komplitnya data yang mereka punya. Di benak saya juga sembari bertanya, apakah Indonesia ini akan dikuasai oleh orang asing," bebernya.Sementara itu, mengenai perizinan perindustrian tersebut, ia juga mengutarakan bahwa dirinya sempat disuruh pihak tersebut untuk bersantai-santai saja."Mereka bahkan menyampaikan ke saya. Pak Bupati hanya duduk manis saja. Dan yang paling penting yakni izin investasi bisa keluar. Tinggal tanda tangan saja. Namun saya menolak, dengan alasan nasib masyarakat ke depan. Sebab tentu wilayah ini tidak serta merta dihabiskan untuk lokasi industri saja," ungkapnya.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler