Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penemuan itu bermula dari adanya sebuah kapal yang terbalik di Perairan Pulau Parang, Kecamatan Karimunjawa. Kapal tersebut ditemukan seorang nelayan bernama Muslimin, Kamis (4/5/2023) pagi.

Saat berlayar sejauh 50 mil kea rah barat Pulau Parang, Muslimin melihat kapal terbalik itu. Ia bersama empat kapal nelayan lainnya kemudian menyeret kapal tersebut, Sabtu (6/5/2023) ke dermaga Pulau Parang.

Baca: Tambak Udang Karimunjawa Jepara Bakal Ditutup, Begini Rencana Pemkab untuk Pekerjanya

Setelah kapal diamankan, dua nelayan menyelami kapal tersebut dengan tujuan menata tali agar kapal tak hilang. Namun, ternyata ditemukan mayat yang sudah membusuk di dek kapal.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas kesehatan mengecek mayat itu. Hasilnya, mayat itu berjenis kelamin laki-laki. Ciri-cirinya memakai celana Levis hitam sabuk hitam.

’’Karena kondisi mayat sudah rusak, mayat dikuburkan secara Islam di pemakaman umum Desa Parang,’’ kata Petinggi Desa Parang, Muh Zaenal Arifin, Selasa (9/5/2023).Baca: SMK di Jepara Ini Berhasil Toreh Prestasi Membanggakan di Dunia JurnalistikSaat ini, lanjut Zaenal, kapal tak bertuan itu dikandaskan di lokasi pengamanan semula. Siang tadi, petinggi dan warga melanjutkan evakuasi dengan penyelaman untuk memastikan tak ada mayat lagi.’’Hasil pengecekan kapal, kapal berwarna biru bawahnya merah (anti poling) dan ada tulisan kecil di kastroit (pengering) Toretu Rembata pernah disini,’’ pungkas Zaenal. Editor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler