Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, merayakan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Pemeran sosok Ratu Kalinyamat pun diarak mengelilingi Kota Ukir.

Arak-arakan atau kirab ‘Ratu Kalinyamat’ dimulai dari perbatasan Kabupaten Jepara dan Kabupaten Demak. Rombongan melaju menuju makam Ratu Kalinyamat di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan. Sepanjang jalan, rombongan disambut penuh kegembiraan dari pelajar dan masyarakat umum.

Kirab Ratu Kalinyamat dihadiri pejabat lengkap Kabupaten Jepara. Selain itu, hadir pula Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan budayawan kondang Sujiwo Tejo.

Sesampainya di Makam Mantingan, rombongan langsung ziarah. Ziarah itu sebagai pertanda penghormatan kepada penguasa Jepara yang kini dijadikan sebagai pahlawan nasional itu.

Lestari Moerdijat mengatakan, gelar pahlawan nasional telah melampaui perjalanan amat panjang. Pemerintah Pusat sempat menolak dua kali pengajuan itu.

"Ini perjuangan kita bersama. Gelar ini kita persembahkan untuk seluruh masyarakat Jepara," kata pembina Yayasan Dharma Bhakti Lestari itu, Senin (13/11/2023).

Rerie, sapaan akrab politisi Partai NasDem itu mengungkapkan, tim peneliti sempat hampir menyerah saat mencari dokumen primer tentang Ratu Kalinyamat. Beruntung, ada beberapa pihak yang tiba-tiba menunjukkan jalan untuk menemukan sumber primer itu di Portugis.

"Hingga akhirnya tim peneliti menemukan delapan sumber primer dari Portugis," kata dia.

Sementara itu, Pj Bupati Jepara, Edy Supriyanta sangat berterima kasih kepada Rerie dan tim peneliti Ratu Kalinyamat. Menurutnya, itu hadiah besar bagi masyarakat Jepara yang memiliki tokoh-tokoh besar di masa lalu.

"Gelar (pahlawan nasional, red) ini harus kita tindak lanjuti dengan jiwa ksatria. Jadikan Ratu Kalinyamat sebagai semangat untuk memberi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat Jepara," tutur Edy.

Diberitakan sebelumnya, penganugerahan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional diberikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Yakni pada peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara (10/11/2023).

Editor: Budi Santoso

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler