Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Ratu Kalinyamat, tokoh asal Kabupaten Jepara, Jawa Tengah resmi dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Penobatan itu melalui proses amat panjang hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkannya Jumat (10/11/2023) hari ini.

Pengajuan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat dimulai sejak tahun 2006 oleh Pemkab (Pemda) Jepara. Dua kali pengajuan gagal. Alasannya, tidak memiliki cukup bukti literatur primer. 

Kemudian pada tahun 2018, Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL) kembali mengajukan gelar pahlawan nasional untuk Ratu Kalinyamat. Kali ini, tim menggarapnya lebih serius. 

Anggota Tim Pakar YDBL, Dr Alamsyah mengatakan, dasar utama penobatan gelar itu adalah Ratu Kalinyamat memiliki peran besar dalam proses kemerdekaan Indonesia di era kolonialisme. Perjuangan itu tercatat dalam delapan sumber dalam naskah akademik pengajuan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional.

Delapan sumber primer penulis Portugis itu yakni Diego da Coute, Franscisco Pares, Afondo de Noronha, Faria a Sousa, dan Martins a El Ray.

Sumber primer lainnya adalah surat Raja Sebastian untuk Gubernur Noronha. Serta dua buku lain yang berjudul ”Jorge de Lemos dan Documentacco Para A Historia Das Missoes Do Padroado Portugues Do Oerientae Insulinda Vol. 4”.

”Di awal-awal sempat mengalami pesimis. Karena keterbatasan sumber sejarah,” kata dosen dan sejarawan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

Alamsyah menyatakan bahwa Ratu Kalinyamat berkontribusi besar dalam membangun dan menguatkan embrio kebangsaan nasional Indonesia.

Pada abad ke XIV, melalui kekuatan maritimnya, Ratu Kalinyamat mengirim ribuan pasukan militer dan ratusan kapal dari Jepara untuk menyerang Portugis di Malaka maupun Maluku.

Selain itu Ratu Kalinyamat juga tampil sebagai pemimpin aliansi kekuatan kesultanan Islam di kawasan Johor, Aceh dan Maluku. Sang ratu juga memiliki visi mencapai kesejahteraan bersama dan menghilangkan ancaman atau musuh yang besar kala itu, yakni Portugis.

”Maka itu, kami sangat bersyukur presiden menobatkan Ratu Kalinyamat menjadi pahlawan nasional dari Jepara,” imbuhnya.

Editor: Ali Muntoha

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler