Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Puluhan petani Desa Bondo, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara menggelar aksi demonstrasi di depan PLTU Tanjung Jati B. Alasannya, sawah mereka terkena abrasi sejak adanya pembangkit listrik untuk Jawa-Bali itu.

Pantauan Murianews.com, para petani membawa berbagai baliho bertuliskan kekecewaan mereka terhadap PLTU TJ B. Seperti tanah hilang sekitar 18 ribu meter sejak pembangunan PLTU Unit 5 dan 6.

Para petani mendatangi PLTU TJ B sejak pukul 06.00 WIB. Tak hanya laki-laki, beberapa perempuan juga ikut dalam aksi damai itu.

Aksi itu tak terlihat mengganggu aktivitas PLTU TJ B. Para karyawan pun sudah diatur untuk tidak melewati jalur yang dipadati masa aksi.

Suakhmad, salah satu petani mengungkapkan, sawahnya di kawasan Kropak, Desa Bondo terkena abrasi sejak belasan tahun silam. Akibatnya, dia tak bisa lagi bertani.

”Sawah saya tidak luas. Tapi sudah belasan meter sawah hilang (terkena abrasi, red),” ungkap Akhmad kepada Murianews.com, Senin 20/11/2023).

Melalui aksi ini, Akhmad dan para petani lain menuntut PLTU TJ B bertanggungjawab. Dia tidak ingin sawahnya hilang sia-sia.

”Biasanya (sawah) saya bisa tanami padi. Sekarang sudah jadi laut,” ujar petani asal Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo itu.

Para demonstran diterima oleh pimpinan PLTU Tanjung Jati B. Namun, pertemuan itu tampaknya masih belum menemui jalan keluar.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler