Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Kalangan milenial di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih belum melirik sektor pertanian. Itu terungkap dalam data milik Badan Pusat Statistik (BPS) Jepara.

Berdasarkan Sensus Pertanian 2023 tahap I di Jepara, jumlah petani milenial atau yang berusia 19-39 tahun di Jepara hanya berjumlah 22.965 orang. Jumlah itu setara dengan 16,02 persen dari jumlah total petani di jepara, yakni 143.335 orang.

“Dari total jumlah petani, petani milenial hanya 16,02 persen,” sebut Kepala BPS Jepara, Manggus Suryono kepada Murianews.com, Selasa (5/12/2023).

Manggus menjelaskan, petani milenial Jepara didominasi laki-laki sebanyak 85,02 persen. Sedangkan perempuan sebanyak 14,98 persen.

Adapun sebaran petani milenial paling banyak di Kecamatan Bangsri dengan jumlah 3.945 petani. Lalu disusul Kecamatan Nalumsari sebanyak 2.372 petani dan Kecamatan Kembang sebanyak 2.062 petani. Sedangkan paling sedikit yaitu Kecamatan Karimunjawa yang hanya sebanyak 392 petani milenial.

Selain petani milenial, BPS Kabupaten Jepara juga menyurvei urban farming. Urban farming sendiri kerap dilakukan di wilayah perkotaan yang minim lahan.

Manggus menyebutkan, di Kota Ukir ada 77 Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) dan 77 Usaha Pertanian Perorangan (UTP). Secara umum, urban farming tersebar di seluruh kecamatan Kabupaten Jepara.

Urban farming paling banyak di Kecamatan Tahunan. Ada 24 RTUP dan 24 UTP,” kata Manggus.

Menurut Manggus, urban farming bisa menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang kekurangan lahan. Urban farming juga bisa menjadi solusi ketergantungan dengan pertanian dari daerah lain dan membantu mengendalikan inflasi.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler