Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD RA Kartini Jepara, Jawa Tengah, terus meningkat. Pihak rumah sakit pun terpaksa harus membuka ruangan baru untuk menampung para pasien tersebut.  

Salah satu ruang yang digunakan yakni ruang Seruni 2. Ruangan ini satu gedung dengan Seruni 1. Seruni 1 berada di lantai satu, di mana pasien sakit jiwa dirawat di sana. Sedangkan Seruni 2 berada di lantai dua.

Sebagian besar masyarakat Jepara memang mengetahui gedung Seruni sebagai tempat perawatan pasien sakit jiwa.

Humas RSUD RA Kartini Jepara, Agus Cardra memastikan bahwa ruang Seruni 2 bukanlah ruang untuk pasien sakit jiwa.

Selama ini, pasien yang menderita penyakit selain penyakit jiwa, yang mengalami gangguan psikologis akibat penyakitnya, ditempatkan di Seruni 2.

“Jangan sampai salah paham. Pasien sakit jiwa itu di Seruni 1. Bukan Seruni 2. Gedungnya sama, tapi lantainya berbeda,” jelas Agus kepada Murianews.com, Selasa (27/2/2023).

Di ruang Seruni 2, kata Agus, terdapat 16 tempat tidur untuk pasien. Saat ini sudah terisi sembilan pasien DBD. Khusus anak-anak, untuk kelas III terdapat dua ruangan. Sedangkan kelas I, satu ruangan.

Pantauan Murianews.com, di ruang Seruni 2 yang dihuni pasien DBD kelas III, tidak terdapat pendingin ruangan ataupun kipas angin. Udara yang masuk hanya lewat jendela-jendela. Akibatnya, keluarga harus mengipasi pasien dengan alat seadanya. Sejumlah pasien anak pun terlihat kepanasan.

Penggunaan ruangan Seruni 2 itu, jelas Agus, terpaksa dilakukan karena pasien DBD terus bertambah. Saat ini ada 99 pasien DBD yang dirawat di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Mayoritas pasien adalah anak-anak.

Agus mengatakan, pasien DBD datang silih berganti setiap hari. Penambahan setiap hari berkisar antar 10 hingga 15 pasien.

”Kami berupaya tetap melayani pasien dan tidak menolak pasien,” ujar Agus.

Secara umum, sebut Agus, kini jumlah bet di RSUD RA Kartini Jepara sebanyak 405 bet. Itu setelah pihak rumah sakit menambah 19 belas bet. Sebanyak 16 ruangan di antaranya di Seruni 2.

Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler