Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Jepara menggelar pasar murah di 15 Kecamatan, di Kabupaten Jepara. Hanya Kecamatan Karimunjawa yang tak tersentuh kegiatan tersebut.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan, kegiatan Pasar Murah sudah lima kali terlaksana pada Ramadan tahun ini. Terakhir diselenggarakan di Shopping Centre Jepara (SCJ), Rabu (27/3/2024).

Rencana, kegiatan akan berlangsung hingga 4 April 2024 mendatang. Dalam penyelenggaraannya, Pemkab Jepara menggandeng Bulog.

Edy meminta masyarakat tak perlu risau. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan panic buying dalam membeli kebutuhan pokok masyarakat.

”Saya ingin menyampaikan, tidak usah khawatir. Stok kebutuhan pokok masyarakat aman. Pemerintah terus berusaha menjamin ketersediaan kepokmas. Jangan panic buying. Itu malah akan mendorong kenaikan harga dan peningkatan inflasi daerah,” jelas Edy.

Edy mengatakan, kegiatan itu merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan daya beli masyarakat, pengendalian inflasi, serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

”Ini juga upaya kita untuk membantu masyarakat utamanya sebagai pengendalian harga,” imbuhnya.

Dalam kegiatan, di SCJ, pemerintah juga menyerahkan bantuan beras pada nelayan. Total ada 8.572 nelayan yang mendapatkannya. Masing-masing dari mereka mendapatkan 5 kg beras.

”Meski tidak seberapa, saya berharap bantuan ini dapat meringankan beban para nelayan menghadapi masa paceklik akibat gelombang tinggi masa baratan,” jelas Edy.

Kabag Perekonomian Setda Jepara Ferry Yudha menambahkan, pasar murah ini terdapat 17 tenda yang menjajakan berbagai bahan kebutuhan masyarakat. Barang-barang tersebut telah disubsidi pemerintah maupun secara mandiri.

Selain itu, ada empat tenda yang menjajakan barang non-subsidi dengan harga khusus.

”Setidaknya ada 2475 paket yang dijual. Terdiri dari beras, minyak goreng, telur, gula pasir dan tepung terigu,” ungkapnya.

Untuk setiap paketnya, lanjutnya, dijual dengan harga Rp 82 ribu. Selain barang-barang tersebut juga tersedia mie instan dengan harga khusus.

”Ada juga ayam karkas, nugget, sosis hingga produk olahan lainnya,” pungkasnya.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler