Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pesta lomban di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah identik dengan festival kupat atau ketupat dan lepet. Sayangnya, di tahun ini festival kupat lepet ditiadakan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Eko Udyyono mengaku peniadaan festival kupat lepet dikarenakan tidak adanya anggaran.

Menurutnya, di musala atau masjid di setiap kampung sudah membuat selamatan kupat lepet. Sehingga hal itu dia anggap sudah mencukupi.

”Pertimbangan anggaran memang kupat lepetnya saja yang kita tiadakan,” kata Eko, Selasa (16/4/2024).

Terpisah, Rhobi Shani, salah satu pelaku seni dan budaya Jepara menceritakan, pada zaman dulu, rangkaian pesta lomban atau syawalan dimulai dengan larung kepala kerbau di laut lepas. Setelah itu, dilanjutkan dengan perang kupat lepet di tempat yang sama.

”Para nelayan dan warga perang, lempar-lemparan kupat lepet,” kata Rhobi.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler