Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JeparaTim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Soneta asal Kabupaten Rembang yang tenggelam di perairan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Sampai saat ini masih ada enam anak buah kapal (ABK) yang belum ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono menjelaskan, operasi pencarian korban sudah dilakukan selama tujuh hari penuh. Pencarian sudah dilakukan di berbagai lokasi. Bahkan di hari ke tujuh, sudah meluas hingga 5179767 natical mile. Namun hasilnya nihil.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR gabungan melibatkan sejumlah pihak. Yaitu BPBD, Polairud, Navigasi SROP, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), kepala desa pemilik kal dan keluarga korban.

”Alat yang kami gunakan untuk melakukan pencarian terbatas. Dan hingga saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan. Jadi kita sepakati untuk ditutup (operasi pencarian),” kata Budiono dalam keterangan resminya yang diterima Murianews.com, Rabu (17/7/2024) malam.

Dari enam belas ABK yang menjadi korban tenggelamnya KM Soneta itu, sepuluh orang berhasil diselamatkan. Yaitu Nur Nawawi (31), Sunardi (47), Sarju (35), Kolil (57), Dirman (44), Afandi (27), Sulaiman (24), Sulaimin (18) dan Khamim (63).

Mereka diselamatkan oleh KM Bintang Barokah asal Tegal. Sedangkan Sutadi yang sampai saat ini berada di laut lepas bersama nelayan kapal cumi.

Sedangkan enam ABK lainnya sampai kini tidak ada kabar dan dinyatakan hilang. Mereka adalah Muntari, Tamuri, Salam, Jaidi, dan Damuri.

Diberitakan sebelumnya, KM Soneta tenggelam di perairan Karimunjawa (9/7/2024) pukul 01.30 WIB setelah kebocoran pada lunas kapal di bagian bawah mesin, tempat baling-baling kapal berada.

Dari keterangan Nur Nawawi dan Sunardi, Budiono menceritakan, saat kapal tenggelam semua ABK berusaha menyelamatkan diri dengan alat apung seadanya.

Awalnya mereka bisa mengapung bersama satu rombongan. Namun setelah terombang-ambing selama tiga hari tiga malam akhirnya mereka terpisah. 

Atas peristiwa tersebut, Budiono mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengusaha kapal untuk menyediakan alat keselamatan dan alat Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB).

”Jadi apabila terjadi kecelakaan, bisa cepat tergolong,” pungkas Budiono.

Editor: Supriyadi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler