Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Produksi gas metan yang bersumber dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bandengan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, berkurang.

Itu terjadi karena di musim kemarau air sulit didapat sehingga pengolahan sampah organik menjadi tidak maksimal.

”Padahal, produksi gas metan akan maksimal bila sampah tersebut memiliki kadar air cukup. Karena butuh keadaan lembap,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Aris Setiawan.

Aris menjelaskan, sebenarnya sampah dalam kondisi kering memang masih bisa memproduksi gas metan. Hanya saja, kandungan gasnya sangat kecil.

Gas metan sendiri, lanjutnya, produksinya dimulai pada 2013 silam dan dimanfaatkan untuk memasak. Sejak tahun 2014-2023, produksi gas metan tersebut telah disalurkan kepada 45 warga di Desa Kuwasen, Kecamatan Jepara yang berada di sekitar TPA Bandengan.

Mereka tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Warga yang rumahnya menyambung gas tersebut juga bisa menikmati secara gratis atau tidak dipungut biaya oleh pengelola dari TPA Bandengan.

”Gratis, (pipa) saluran dari TPA kita tidak memungut biaya. Tapi untuk KSM ada biaya kas yang mungkin harus diwajibkan untuk diisi oleh warga masyarakat yang menerima manfaat guna pemeliharaan oleh mereka sendiri,” terangnya.

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler