Minuman Kemasan Diduga Penyebab Siswa SD di Jepara Keracunan Diteliti
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 23 November 2024 13:28:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara melakukan uji sampel dari minuman kemasan yang diduga menjadi penyebab 18 siswa SD N 1 Klepu, Kecamatan Keling keracunan.
Kepala Dinkes Jepara, Mudrikatun mengatakan, bahwa hari ini (23/11/2024) sampel berupa 1 botol minuman yang masih tersisa tersebut dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan dan Pemeriksaan Alat Kesehatan (BLK-PAK) Provinsi Jawa Tengah.
”Hari ini sampel sudah kami kirim dan sudah sampai di Semarang,” kata Mudrikatun kepada Murianews.com.
Dalam uji sampel di laboratorium itu, lanjut Mudrikatun, akan dilakukan pemeriksaan meliputi bakteriologis dan kimiawi. Sebelumnya, sampel telah disimpan di kulkas dengan suhu kruang dari delapan derajat selsius.
Mudrikatu menyatakan bahwa uji sampel tersebut tidak bisa secepatnya didapatkan hasilnya. Tetapi harus menunggu beberapa hari.
”Hasil pemeriksaan sampel diperkirakan keluar 7 atau 14 hari lagi,” sebut Mudrikatun.
Untuk penanganan 18 siswa tersebut, Mudrikatun memastikan sampai saat ini terus dilakukan.
- 1
- 2



