Sirkuit Rakashima Jepara Belum Maksimal untuk Cegah Balap Liar
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 13 Januari 2025 16:37:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah, berupaya mencegah aksi balap liar. Salah satunya dengan menyediakan Sirkuit Rakashima untuk ajang balapan.
Namun, Komisis D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, menilai Sirkuit Rakashima belum maksimal pemanfaatannya. Siang tadi, para legislator itu mengunjungi sirkuit tersebut.
Ketua Komisi D DPRD Jepara Andi Rokhmat menyatakan, sirkuit yang berada di kawasan Bumi Perkemahan Pakis Adhi di Kecamatan Pakisaji, itu belum representatif untuk balapan. Pembangunannya pun belum rampung.
”Dari yang seharusnya sepanjang 400 meter, saat ini baru dibangun 300 meter saja,” sebut politisi PDI Perjuangan itu, Senin (13/1/2025).
Akibatnya, lanjut Andi, para pebalap enggan balapan di sirkuit tersebut. Karena bagi mereka, lintasan 300 meter itu masih belum cukup.
”Kalau baru 300 meter, bagi pebalap, itu masih kurang. Paling tidak 400 meter,” jelas Andi.
Andi menyebut, luas kawasan sirkuit tersebut adalah tujuh hektare. Dia berharap, pemerintah daerah bisa memaksimalkan sisa lahan untuk kepentingan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Andi menegaskan, mestinya pemerintah punya target khusus untuk mengoptimalkan lahan tersebut sebagai sumber PAD. ”Dalam waktu tiga tahun ke depan, kawasan ini harus sudah bagus dan bisa untuk event. Pasti nanti bisa menyumbang PAD,” kata Andi.
IMI Jepara...
Sementara itu, Sekretaris Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Jepara Sofyan mengatakan, bahwa selama ada Sirkuit Rakashima itu, balap liar mulai berkurang. Para pebalap liar yang biasanya beraksi di jalan raya, kini mulai berpindah ke sirkuit. Namun sebagian masih beraksi di jalan raya.
”Harapan kami bisa segera selesaikan pembangunannya,” sambungnya.
Menurutnya, sirkut permanen untuk road race dengan panjang lintasan 1,6 km. Panjang lintasan 400 meter untuk drag bike.
”Untuk sementara ini, panjang lintasan drag baru 300 meter. Jadi belum representatif,” ucapnya.
Dia ingin adanya pengaspalan lintasan road race, pagar sirkuit, pintu gerbang, serta menambah panjang lintasan drag bike. Dia menyarankan, dalam waktu dekat, prioritas pembangunan itu adalah menambah lintasan drag.
Editor: Dani Agus



