Soal UMSK, Seratusan Warga Jepara Gantian Demo Tandingi Aksi Buruh
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 23 Januari 2025 13:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Seratusan warga yang mengaku dari kelompok Masyarakat Peduli Jepara, Jawa Tengah, menggelar demonstrasi di depan Kantor Bupati Jepara, Kamis (23/1/2025). Demo ini bisa dikatakan tandingan untuk aksi demo yang dilakukan buruh sebelumnya, terkait penerapan UMSK 2025.
Demonstrasi itu dikomandoi oleh Tri Hutomo, mantan Ketua salah satu LSM di Jepara. Dalam petisi tertulisnya, massa menuntut agar Pemkab Jepara dan Pemrov Jateng menunda, merevisi dan/atau membatalkan Keputusan SK Gubernur Jateng tentang pemberlakuan UMSK Jepara tahun 2025 dan rekomendasi Pj Bupati Jepara.
Dasar tuntutan itu adalah adanya penolakan dari perusahaan-perusahaan padat karya, pertimbangan manfaat dan mudarat secara luas bagi masyarakat, risiko berupa pemutusan hubungan kerja (PHK), relokasi pabrik dan keluarnya investasi dari Jepara.
Dalam petisi itu juga disebutkan adanya penolakan dari pelaku usaha di sekitar pabrik. Seperti pedagang warung makan, tukang parkir, pengusaha katering, laundry, pengusaha kos-kosan, konter HP maupun pedagang kecil lainnya.
Demonstran juga meminta agar serikat buruh atau serikat pekerja bisa berpikir jernih. Kenaikan upah minimum yang terlalu tinggi dinilai akan memberatkan biaya operasional perusahaan. Risikonya pabrik berhenti beroperasi.
Untuk itu, pemerintah diminta untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan. Terutama dengan mempertimbangkan dampak dan risiko jangka panjang.
Pedagang Kaki Lima...
- 1
- 2



