Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Tradisi larungan kepala kerbau di laut Jepara, Jawa Tengah (Jateng) kembali digelar, Senin (7/4/2025). Seperti tahun-tahun sebelumnya, larungan berjalan meriah.

Kepala kerbau beserta berbagai sesaji yang ditaruh di miniatur kapal itu mula-mula diarak dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu, Kecamatan Jepara.

Kemudian, kapal diarak dengan perahu. Seperti pasukan perang, ratusan perahu nelayan ikut mengarak kepala kerbau hingga di sebelah utara Pulau Panjang.

Sesampainya di sana, rombongan pejabat dan masyarakat memanjatkan doa. Setelah itu, kepala kerbau dilarung.

Dalam sekelebat, sejumlah pria melompat dari atas perahu masinh-masing. Tanpa pelampung, mereka berebut menyergap miniatur kapal. Beberapa pria yang berhasil sampai lebih dulu, langsung mengambil kepala kerbau dan berbagai sesaji itu.

Kepala kerbau kemudian diangkat ke atas perahu pria yang berhasil mendapatkannya. Kepala kerbau diangkat tinggi-tinggi.

Mereka bersorakan. Kemudian, kepala kerbau kembali mereka lempar ke laut. Bagi masyarakat, kepala kerbau dilarang dibawa kembali ke darat.

Diketahui, larungan kepala kerbau ini merupakan tradisi yang sudah turun temurun bagi masyarakat pesisir Jepara. Kepala kerbau dan sesajen yang dilarung itu dipersembahkan kepada leluhur yang mereka yakini.

Warisan Leluhur... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler