Info Haji 2025
Kisah Mbah Darno, Jemaah Haji Jepara yang Berusia 90 Tahun
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 7 Mei 2025 15:41:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Untuk melunasi biaya haji, Darno harus rela menjual sebidang sawahnya dengan luas 2.500 meter.
”Nabung 15 tahun yang lalu. Nabung kadang seribu sampai lima ribu rupah,” ungkap Darno.
Meskipun sudah berusia 90 tahun, fisik Darno masih terlihat sangat bugar dan prima. Dia masih sering ke sawah dan naik motor sendirian. Hanya saja, pendengarannya mulai berkurang.
”Sejak muda sudah tidak makan pakai micin dan jajan sembarangan seperti gorengan. Olahraganya juga teratur dan jaga kesehatan,” ucap Darno.
Darno yang masuk dalam kelompok terbang (Kloter) 44 akan berangkat pada Senin, (12/5/2025). Beberapa persiapan telah ia lakukan mulai dari olahraga dan rutin minum obat.
”Olahraga setiap pagi jalan muter wilayah sini. Habis itu ke sawah,” kata dia.
Selain itu, dirinya juga berkeinginan membawa mie instan serta roti untuk disantap di sela-sela ibadahnya di Tanah Suci. Tak lupa, ia menyiapkan sebanyak lima lima kacamata favorit untuk membantunya dalam beribadah.
Baginya, menjaga pola hidup dan makan menjadi bekal utama untuk prima dalam menjalankan ibadah haji. ”Saya sudah siap berangkat ke Makkah,” tegas Darno.
Diketahui, Darno merupakan satu dari tiga jemaah haji Jepara yang usianya 90 tahun. Dua jemaah lainnya adalah Parsih berumur 90 tahun 4 bulan dari Desa Tunahan, Kecamatan Keling, dan Abdur Rohim berumur 90 tahun 3 bulan asal Desa Menganti, Kecamatan Kedung.
Editor: Dani Agus



