Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Blora – Sebuah video dramatis yang memperlihatkan pengejaran kawanan pembalakan atau pencuri kayu jati oleh petugas bersenjata api viral di berbagai platform media sosial.

Belakangan diketahui, adegan menegangkan dalam video viral berdurasi lebih dari satu menit tersebut melibatkan tim khusus Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung.

Peristiwa ini terjadi di petak 54, Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Ngampel, yang termasuk dalam wilayah Perhutani KPH Randublatung, Blora, Jawa Tengah, pada Jumat (2/5/2025).

Dalam upaya menggagalkan aksi ilegal tersebut, petugas Perhutani terpaksa melepaskan dua kali tembakan peringatan untuk menghentikan laju para pelaku. Sayangnya, meskipun tembakan peringatan telah dikeluarkan, para pencuri berhasil melarikan diri dari kejaran petugas.

Kepala Administrasi KPH Randublatung Herry Merkussiyanto Putro mengonfirmasi kebenaran video tersebut dan menyatakan bahwa petugas Perhutani memang dilengkapi dengan senjata api dalam menjalankan tugas pengamanan hutan.

Namun, ia menyayangkan beredarnya video tersebut di masyarakat.

”Perlu saya sampaikan terkait video yang beredar, sebenarnya saya sangat menyayangkan. Tapi karena video itu sudah beredar, kami harus menyampaikan bahwa apa yang terlihat di video tersebut adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab kami dalam pengelolaan hutan. Pengamanan ini adalah tugas yang melekat pada petugas Perhutani,” ujar Herry saat ditemui di kantornya, Rabu (7/5/2025).

Lebih lanjut, Herry menjelaskan bahwa video tersebut merupakan representasi dari upaya pencegahan yang dilakukan petugas Perhutani dalam mengamankan kayu hutan dari praktik pencurian.

Tembakan Peringatan... 

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler