Menegangkan, Ternyata ini Sejarah dan Makna Jembul Tulakan Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 14 Juli 2025 18:06:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara - Masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) kembali menggelar tradisi Jembul Tulakan. Tradisi ini ternyata memiliki makna dan sejarang yang panjang.
Budi Sutrisno, Petinggi Desa Tulakan, mengatakan Jembul Tulakan merupakan tradisi lokal yang menceritakan tentang perjuangan hidup Ratu Kalinyamat. Seorang wanita penguasa era penjajahan Portugis yang kini telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.
Asal muasal Jembul Tulakan berkaitan dengan kisah spiritual Kanjeng Ratu Kalinyamat yang bertapa di Gunung Donorojo dalam pencarian dan doa karena kehilangan suaminya, Sultan Hadlirin. Diceritakan, pada masa lampau, Ratu Kalinyamat memiliki dendam dengan Arya Penangsang. Pasalnya, Sultan Hadlirin, tewas dibunuh Arya Penangsang.
Setelah itu, Ratu Kalinyamat membuat sumpah dengan bertapa wuda. Dalam hal ini, tapa wuda atau telanjang tidak dapat dimaknai telanjang dalam arti sebenarnya. Melainkan, Ratu Kalinyamat ‘menelanjangi’ dirinya dari pakaian dan kemewahan sebagai seorang ratu atau raja.
“Ora pisan-pisan ingsun jengkar saka tapa ingsun, yen durung bisa nganggo kesed jambule Arya Penangsang (Aku tidak akan turun dari bertapa sebelum bisa kesed dengan jambul atau rambut Arya Penangsang, red)," ucap Budi menirukan sumpah Ratu Kalinyamat yang dipercayai masyarakat itu, Senin (14/7/2025).
Tempat pertapaan Ratu Kalinyamat sendiri terletak di Bukit Donorojo. Saat itu, Ratu Kalinyamat memerintahkan Danang Sutawijaya untuk membunuh Arya Penangsang.
Pada akhirnya, Danang Sutawijaya berhasil mengalahkan Arya Penangsang. Rambut dan darah Arya Penangsang dibawa kepada Ratu Kalinyamat di pertapaan bernama Sonder itu.
Rambut Arya Penangsang...
- 1
- 2



