Meriah, Begini Suasana Tradisi Jembul Tulakan Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 14 Juli 2025 16:58:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Masyarakat Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) menggelar tradisi Jembul. Selain menawarkan eksotisme budaya, Jembul Tulakan juga menampilkan atraksi yang menegangkan.
Sejak pagi, belasan ribu warga sudah berkumpul di kawasan rumah Petinggi Desa Tulakan, Senin (14/7/2025). Mereka menunggu arak-arakan jembul dari beberapa dukuh.
Setiap rombongan membawa dua jembul utama, yaitu jembul lanang dan wedok. Jembul sendiri merupakan ancak yang terbuat dari bambu yang diiris tipis menyerupai rambut ikal.
Tak hanya jembul, rombongan juga membawa berbagai hasil bumi yang diarak beratus-ratus meter sebelum sampai di depan rumah petinggi.
Saban rombongan diberi durasi satu langgam Jawa sesuai permintaan mereka. Alunan gending Jawa menambah hikmadnya suasana.
Tak hanya mengantarkan ke rumah petinggi, jembul-jembul yang dipikul itu diarak maju mundur.
Para pemikul sengaja mendekatkan, menjauhkan, mendekatkan lagi, menjauhkan lagi jembul ke panggung utama. Pada momen itulah, terjadi semacam tawuran.
Rombongan dan penonton kerap kali terlibat baku pukul. Mereka mencabut bambu-bambu untuk kemudian dijadikan senjata saling pukul.
Tak Ada Dendam...
- 1
- 2



