Soal Rencana Peternakan Babi, Bupati Jepara Akan Ikut Kata Kiai
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 5 Agustus 2025 13:04:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Kudus – Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jepara (MUI Jepara) dan PCNU Jepara, telah menyatakan tidak setuju atas rencana pendirian peternakan babi di Kabupaten Jepara. Atas respon ini, Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan bisa memahaminya.
Terkait tawaran investasi peternakan babi ini, menurut Witiarso menyatakan memang cukup menarik. Namun pihaknya juga menilai hal ini sangat sensitif. Itu karena mayoritas masyarakat di Kabupaten Jepara adalah muslim. Karena itu, pihaknya mensyaratkan kepada investor agar berdiskusi dengan MUI dan para ulama lainnya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo juga mengaku tak akan berani mengambil kebijakan jika para ulama dan kiai tidak merestuinya. Pihaknya tidak ingin menciderai masyarakat Jepara. Setelah mendapatkan fatwa dari MUI Jateng dan PCNU Jepara ini, pihaknya akan mengikuti fatwa tersebut.
“Selama MUI atau NU sendiri tidak mengizinkan (usaha peternakan babi di Jepara), ya kami juga tidak akan memberikan izin,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Di sisi lain, Witiarso Utomo mengaku sebelumnya sudah berdiskusi panjang dengan calon investor peternakan babi itu. Disebutkannya, calon lokasi peternakan babi itu berada di Desa Jugo, Kecamatan Donorojo, dengan beberapa hal yang ditawarkan investor tersebut.
Witiarso Utomo mengungkapkan, rencananya investor peternakan babi akan mengimpor babi indukan atau anakan untuk dibesarkan di Jepara, sebelum kemudian diekspor. Per tahun, akan ada 2 hingga 3 juta ekor babi yang diternak di Jepara.
Dalam hal ini investor disebutkan akan memberi retribusi kepada Pemkab Jepara sebesar Rp 300 ribu per ekor dengan asumsi jumlah babi yang dikelola 2-3 juta ekor per tahun. Mereka juga menawarkan coorporate social responsibility (CSR) kepada masyarakat sebesar Rp 50 miliar hingga Rp 100 miliar per tahun.
Pelabuhan....
- 1
- 2



