Pemuda Klepu Jepara Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Kamboja
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 9 September 2025 13:05:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Karena merasa khawatir dengan situasi pekerjaannya yang semakin tak jelas, imbuh Samiadji, MF akhirnya melarikan diri dari mess. Di sisi lain, MF juga sudah tidak betah karena diduga mendapatkan intimidasi dan kekerasan fisik.
”Kemudian dia berdelapan itu sepakat melarikan diri lewat hutan. Selama lima belas hari dia berada dalam pelarian di tengah hutan di Kamboja. Hingga akhirnya ditemukan (diselamatkan) oleh suku pedalaman di sana,” jelas dia.
Di tengah pelariannya, tepatnya pada Jumat (5/9/2025), MF berhasil menelepon keluarganya bahwa dia sedang dalam pelarian di hutan. Dalam kondisi susah sinyal itulah, akhirnya MF berhasil terhubung dan selamat.
Lalu pada Sabtu (6/9/2025), MF berhasil terbang ke Indonesia dari Bandara Phnom Penh Kamboja dan sampai di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta pada Senin (8/9/2025).
”MF tiba di rumah kemarin (8/9/2025) sekitar pukul 15.30 WIB dalam kondisi sudah tidak sehat dan trauma. Tadi malam sekitar pukul 21.45 tiba di RSUD RA Kartini. Saat ini masih dirawat intensif,” ujar Samiadji.
Editor: Zulkifli Fahmi



