PDAM Jepara Tak Jual Angin, Bupati Minta Dirut Baru Atasi Krisis Air
Faqih Mansur Hidayat
Senin, 6 Oktober 2025 14:47:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Tak hanya di Kedungmalang, Wiwit juga menegaskan agar PDAM Jepara memaksimalkan pelayanan kepada seluruh pelanggan. Baik yang terbiasa mengalami krisis air bersih atau tidak. Tetapi menghidupkan seluruh sambungan rumah yang saat ini mati di semua wilayah.
”Saya targetkan selama setahun kepemimpinan beliau (Lukman) ini harus bersih dari komplain-komplain itu. Tidak ada komplain lagi,” tegas Wiwit.
Wiwit juga meminta Lukman menata manajerial PDAM Jepara agar lebih baik dibanding sebelumnya. Sebagaimana diketahui bersama, PDAM Jepara kini tak hanya dirundung masalah pelayanan saja. Lebih dari itu, perusahaan milik Pemkab Jepara ini juga diselimuti kasus dugaan korupsi.
Pada Jumat (8/8/2025) lalu, Kejaksaan Negeri Jepara telah menetapkan dirut periode sebelumnya berinisial SB sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi. SB diduga telah menyalahgunakan dana representative sebesar Rp 544 juta.
Editor: Dani Agus



