Sah! Enam Budaya Khas Jepara Ditetapkan sebagai WBTB
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 11 Oktober 2025 10:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kemudian, pindang serani merupakan makanan para nelayan Jepara, yang sudah menjadi makanan khas di Kota Ukir hingga sekarang.
Begitu juga, horog-Horog merupakan salah satu makanan pengganti beras di masa pendudukan Jepang. Hingga sekarang horog-horog disajikan untuk menyambut tamu tamu penting di Pendapa Kabupaten Jepara.
Sementara itu, tradisi Baratan Kalinyamatan merupakan tradisi peninggalan Ratu Kalinyamat hingga sekarang. Begitu juga tradisi para petani di Jepara, terutama di Desa Kepuk, Kecamatan Pakisaji, yang dikenal dengan Memeden Gadhu.
Menurutnya, proses ini bukan perkara yang mudah. Membutuhkan proses yang cukup panjang serta keseriuaan dari pemerintah.
Untuk itu, lanjut Ali, pemerintah melalui Disparbud Jepara telah berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal Jepara. Penetapan WBTB diharapkan mampu memperkuat identitas Jepara sebagai daerah dengan khazanah tradisi dan seninya yang beragam.
Editor: Cholis Anwar



