Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terus berupaya mencegah abrasi semakin menggerus daratan pesisir. Salah satunya yaitu dengan menanam mangrove.

Pada hari ini, Rabu (15/10/2025), Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar beserta jajarannya menanam mangrove di pesisir di Pantai Tanggultlare, Kecamatan Kedung.

Selain itu, penanaman juga diikuti oleh akademisi, pelajar, perwakilan perusahaan, komunitas lingkungan, serta masyarakat pesisir. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya memagari laut atau “Mageri Segoro” dari abrasi.

”Gerakan menanam mangrove ini sejalan dengan yang digagas Pemrov Jateng,” kata Gus Hajar.

Gus Hajar menyebutkan, sebanyak 23 ribu batang mangrove ditanam di lima titik pesisir Jepara pada 2025.

Selain di pesisir Tanggul Tlare, penanaman juga dilakukan di Desa Kedungmalang, Kecamatan Kedung; pesisir Mororejo, Kecamatan Mlonggo; Desa Ujungwatu dan Clering Kecamatan Donorojo

“Kita tentu masih ingat, di beberapa titik pantai Jepara, abrasi telah mengikis daratan hingga puluhan meter bahkan ada desa yang hilang digerus gelombang. Karena itu, penanaman mangrove ini adalah ikhtiar menyelamatkan lingkungan sekaligus masa depan masyarakat Jepara,” kata Gus Hajar.

Dia menyampaikan, selain berfungsi sebagai penahan abrasi dan habitat biota laut, mangrove juga mampu menyerap karbon dan menopang ekonomi masyarakat pesisir.

Jepara Mulus... 

Dia memastikan, gerakan ini akan menjadi program berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur. Sebab menurutnya, gerakan  ini juga selaras dengan visi Jepara MULUS (Makmur, Unggul, Lestari, Religius).

”Lestari artinya pembangunan dan pelestarian alam harus berjalan beriringan. Kita ingin ekonomi berkembang, tapi lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

Gus Hajar menambahkan, Pemkab Jepara sendiri akan terus bersinergi dengan pemerintah provinsi, TNI/Polri, BUMD, pemangku kepentingan terkait, dan seluruh masyarakat untuk menjaga ekosistem dan kawasan wilayah pesisir.

Editor: Dani Agus

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler