Kopdes Dibangun di Lapangan, Warga Bandungrejo Jepara Protes
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 5 Desember 2025 15:33:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sebagian besar warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) menolak pembangunan koperasi desa (kopdes) merah putih. Pasalnya, gedung kopdes itu akan dibangun di lapangan sepakbola.
Dalam video amatir yang diterima Murianews.com, warga terlihat menghentikan paksa proses pendirian bangunan kopdes merah putih di area lapangan itu. Terlihat sebagian tanah sudah dikeruk untuk dibuat pondasi. Aksi penolakan itu dilakukan pada Rabu (3/12/2025).
Abdul Rois, Ketua RT 1 RW 3 menyatakan, mayoritas warga menolak pembangunan kopdes merah putih di lapangan tersebut. Sebab lapangan itu merupakan satu-satunya lapangan sepakbola di Desa Bandungrejo. Lapangan itu merupakan aset desa.
Dia menceritakan, beberapa waktu lalu saat dia hadir dalam rapat di balai desa, telah disepakati bahwa bangunan akan didirikan di salah satu sawah bengkok desa. Namun, oleh Danramil setempat, sawah tidak diperbolehkan menjadi kopdes.
“Akhirnya Danramil usul (pendirian bangunan) di lapangan,” kata Rois saat dihubungi Murianews.com lewat sambungan telepon, Jumat (5/12/2025).
Usulan itu menimbulkan pro kontra. Kemudian, pihak pemerintah desa melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Belum menyeluruh sosialisasi dilakukan, eksekusi pembangunan gedung kopdes merah putih tiba-tiba dilaksanakan pada Senin (1/12/2025).
Dari 27 RT dan 9 RW, sebut Rois, baru sekitar lima RT yang menyatakan persetujuan tentang pembangunan kopdes merah putih di lapangan tersebut. Sedangkan lainnya masih perlu musyawarah dengan warga masing-masing.
”Belum ada sosialisasi menyeluruh, tapi tiba-tiba sudah dieksekusi. Tanpa persetujuan RT dan warga. Saya belum menyatakan persetujuan,” jelas Rois.
Garis lapangan...
Rencana gedung itu dibangun di pinggir lapangan. Lokasinya berjarak sekitar lima meter dari garis lapangan. Meskipun tak di tengah lapangan, lanjut Rois, warga menganggap bahwa bangunan itu akan tetap mengganggu aktivitas olahraga atau even di lapangan itu.
”(Sikap warga) Kalau dibuat keperluan olahraga boleh, mau buat trotoar untuk jalan kaki boleh, trotoar dibuat jualan kakilima boleh, tapi kalau dibangun (bangunan) permanen, memang dari pemuda dan tokoh masyarakat tidak menyetujui,” tegas Rois.
Rois memastikan warga tetap setuju dengan adanya kopdes merah putih. Asalkan tidak didirikan di lapangan.
”Mau bangun kopdes merah putih di manapun silahkan. Asalkan tidak di lapangan. Lapangan ini satu-satunya yang ada di Bandungrejo,” ujar dia.
Rois dan warga penolak berharap pemerintah desa atau petugas dari kopdes merah putih mencari solusi tempat lain.
”Tapi kalau dari pihak Danramil memaksa tetap di lapangan, tetap akan ada aksi penolakan lagi,” tandas Rois.
Murianews.com sudah berusaha meminta konfirmasi kepada petinggi Bandungrejo. Namun pesan singkat dan telepon tak direspons hingga berita ini diterbitkan.
Editor: Cholis Anwar



