Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara - Pemerintah Kabupaten Jepara (Pemkab Jepara), Jawa Tengah (Jateng) dipastikan akan membangun rumah dinas baru bupati. Namun, untuk lokasinya sampai sekarang masih tarik ulur.

Sebelumnya, rumah dinas bupati Jepara direncanakan akan dibangun di lapangan tenis belakang Pendapa Kabupaten RA Kartini. Di sisi lain, saat ini bangunan pendapa Kabupaten sudah ditetapkan oleh Menteri Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Fadli Zon sebagai museum Kartini.

Pemkab Jepara merogoh anggaran kurang lebih Rp 4 miliar untuk membangun rumah dinas bupati Jepara itu. Anggarannya sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapan dan Belanja Daerah 2026 (APBDJepara 2026).

Namun, sampai sekarang calon lokasi masih tarik ulur. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jepara (DPUPR Jepara) masih bersikukuh lokasinya tetap di lapangan tenis. Sedangkan berdasarkan informasi yang diterima Murianews.com, sebagai sebuah situs cagar budaya, lapangan tenis itu masih masuk dalam kawasan museum.

Pasalnya, di tembok belakang terdapat regol atau gerbang yang masih asli peninggalan era RA Kartini dulu.
Regol itu disebut-sebut menjadi akses Kartini bertemu dengan rakyat di belakang Pendapa Kabupaten. Sehingga posisinya menjadi bagian sangat penting dalam jejak-jejak yang ditinggalkan Pahlawan Nasional itu.

Hanief Kurniawan, Kepala Bidang Tata Ruang di DPUPR Jepara, menyadari adanya dinamika tersebut. Dikatakannya, jika memang museum itu nantinya menjadi tipe A, maka bagiannya tak berhenti hanya pada bangunan pendapa saja. Tetapi sampai lapangan tenis dan pagar atau regol.

"Kemungkinan memang bisa sampai ke lapangan tenis yang direncanakan menjadi rumah dinas," sebut Hanief kepada Murianews.com, Rabu (17/12/2025).

Menunggu...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler