”Pemberitahuan pembatalannya mendadak banget. Di tengah perjalanan baru dapat kabar. Ini sangat merugikan sekali,” ucap dia.
Suci dan teman-temannya sudah mempersiapkan semua kebutuhan selama di Karimunjawa. Mulai dari penginapan, travel dan lainnya. Pun sudah dibayar sebelumnya. Akibatnya, semua rencananya gagal total.
”Keinginan kami tetap diberangkatkan hari ini, melalui kapal apapun. Kalau tidak, harus ada kompensasi. Kalau berangkatnya besok, penginapan malam ini dan tiket besok harus ditanggung ASDP. Kecewa banget, baru kali ini mau ke Karimunjawa malah begini,” tandas Suci.
Murianews, Jepara – Puluhan calon wisatawan Karimunjawa marah-marah di Pelabuhan Kartini Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (26/12/2025). Pasalnya, mereka gagal berangkat karena mesin Kapal Siginjai mati.
Pantauan Murianews.com, puluhan wisatawan itu meluapkan emosi dan kekecewaannya kepada pihak ASDP, pemilik Kapal Siginjai. Kemarahan mereka bukan tanpa alasan.
Mereka yang sudah jauh-jauh menempuh perjalanan untuk bisa berlibur ke Karimunjawa, terancam batal karena kapal tak berlayar. Di sisi lain, mereka tak mendapatkan informasi apapun dari pihak ASDP jika terjadi trouble mesin dan kapal tak jadi berangkat.
Berdasarkan data pembeli tiket Kapal Siginjai, jumlah penumpang kapal yang mestinya berlayar pada pukul 07.00 WIB itu, sebanyak 150 orang. Namun yang sudah sampai di pelabuhan sebanyak 46 orang.
Mereka tiba di Pelabuhan Kartini 1-2 jam sebelum kapal berlayar. Namun setelah ditunggu hingga pukuk 07.00 WIB lebih, kapal tak kunjung berangkat.
Bukannya ada kabar baik, mereka justru mendapatkan informasi bahwa kapal gagal berlayar karena mesin mati.
Lala, salah satu penumpang dari Jakarta yang datang dengan menaiki sepeda motor bersama sepuluh temannya merasa sangat dirugikan.
Dia sudah memesan tiket via online dua pekan lalu. Bahkan ada temannya yang sudah pesan tiket sebulan lalu. Ini merupakan kali pertama mereka berlibur ke Karimunjawa.
Unggahan Instagram...
Pembatalan itu baru diketahuinya setibanya di pelabuhan. Rupanya, informasi pembatalan penyeberangan itu diumumkan pihak ASDP lewat akun resmi Instagramnya. Unggahan itu terpantau telah diunggah sekitar 18 jam lalu.
”Sedangkan harusnya (pemberitahuan pembatalan) bisa lewat aplikasi kan, bisa lewat email atau WhatsApp. Itu kita enggak ada informasi sama sekali. Kita udah sampe sini,” kata Lala.
Oleh pihak ASDP, Lala dan puluhan penumpang lainnya hanya mendapatkan opsi refund tiket atau penjadwalan ulang. Dia menolak opsi itu dengan alasan sudah jauh-jauh perjalanan, sudah pesan penginapan dan paket wisata di Karimunjawa.
”Kita enggak mau itu. Terus (ASDP) seenaknya enggak ada pertanggungjawaban, dia maunya di-refund atau rescedhule besok. Proses refund-nya juga susah. Kita maunya solusinya yang lain. Kita tetap mau jalan (ke Karimunjawa),” ungkap Lala.
Dia berharap, pihak ASDP bekerjasama dengan mengalihkan mereka ke Kapal Express Bahari. Namun solusi itu ternyata tak berhasil.
Di sisi lain, Lala dan puluhan penumpang lainnya menuntut agar pihak ASDP memberikan kompensasi, berupa penggantian biaya booking penginapan dan paket wisata.
”Kasih kompensasi dong. Kalau berangkatnya besok, kita mau tidur di mana. Kita minta ganti rugi. Kecewa banget sih,” jelas dia.
Kekecewaan juga dirasakan Suci Amanatul (27), bersama lima temannya, ia jauh-jauh berangkat kemarin dari Mojokerto. Dia sampai di pelabuhan pukul 05.00 WIB.
Pembatalan Mendadak...
”Pemberitahuan pembatalannya mendadak banget. Di tengah perjalanan baru dapat kabar. Ini sangat merugikan sekali,” ucap dia.
Suci dan teman-temannya sudah mempersiapkan semua kebutuhan selama di Karimunjawa. Mulai dari penginapan, travel dan lainnya. Pun sudah dibayar sebelumnya. Akibatnya, semua rencananya gagal total.
”Keinginan kami tetap diberangkatkan hari ini, melalui kapal apapun. Kalau tidak, harus ada kompensasi. Kalau berangkatnya besok, penginapan malam ini dan tiket besok harus ditanggung ASDP. Kecewa banget, baru kali ini mau ke Karimunjawa malah begini,” tandas Suci.
Editor: Supriyadi