Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Sebagian wilayah di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) terendam banjir, Senin (12/1/2026). Sebagian warga bahkan terpaksa mendirikan tenda darurat di pinggir kali.

Pantauan Murianews.com di lokasi, sedikitnya delapan tenda darurat didirikan warga di pinggir kali. Tenda sengaja didirikan di tempat itu karena letaknya lebih tinggi dari permukiman dan sungai.

Mereka mengamankan barang-barang berharga di tenda itu. Dengan harapan jika ada banjir tiba lebih besar, barang-barang mereka terselamatkan.

Banjir luapan dari Sungai Sipon itu sampai ke permukiman warga sejak subuh tadi. Di area jalan permukiman, ketinggian air sekitar 50-60 sentimeter. Saat ini ada lima belas rumah yang terendam banjir setinggi rata-rata 40 sentimeter.

”Total ada 150 KK (Kartu Keluarga) yang terdampak banjir,” sebut Petinggi Desa Gerdu, Winarko Wibowo saat ditemui di lokasi.

Wibowo mengatakan, mayoritas warga saat ini masih bertahan di rumah. Namun mereka tetap waspada jika air tiba-tiba meluap lebih besar ke permukiman.

Permukiman warga itu berada di tengah-tengah antara Sungai Sipon dan Sungai SWD Pecangaan. Beberapa sisi dinding sungai mulai bocor ke permukiman. Pemerintah desa pun menggunakan pompa air untuk membuang air kembali ke sungai.

Saat ini, dengan alat berat, di jembatan Sungai SWD Pecangaan sedang dilakukan pembersihan eceng gondok yang menyumbat saluran air.

”Semoga curah hujan mereda. Khawatirnya, kalau air sungai dari hulu semakin besar, kemudian bertemu dengan arus laut di bawah, berpotensi banjir lebih besar,” imbuh dia.

Editor: Zulkifli Fahmi

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler