Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Dalam kurun waktu 2014-2024, sebut Colis, Jateng kehilangan tutupan hutan kurang lebih seluas 11.179 hektare. Terutama di wilayah dengan luasan dan dampak banjir terbesar.

Di sisi lain, tekanan ekologis tersebut diperparah oleh aktivitas pertambangan, Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan, izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), serta pengembangan panas bumi, yang banyak berada di sekitar kawasan hutan dan DAS utama.

Selain itu, lanjut Colis, kebijakan tata ruang dinilai masih gagal menjamin daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Alih-alih memperkuat perlindungan kawasan lindung dan resapan air, Walhi memandang, kebijakan pembangunan justru membuka ruang bagi ekspansi industri dan proyek skala besar di wilayah rawan bencana.

”Sehingga banjir dan longsor terus berulang sebagai konsekuensi yang diproduksi oleh kebijakan itu sendiri,” jelas Colis.

Atas kondisi tersebut, imbuh Colis, Walhi Jateng mendesak Pemprov Jateng dan pemkab terdampak segera melakukan mitigasi darurat berbasis informasi dan prediksi BMKG. Itu memingat curah hujan tinggi diproyeksikan masih akan berlangsung hingga Darsian ke 2 Februari 2026.

 Kemudian, Walhi mendesak dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang dan seluruh perizinan. Khususnya yang mendorong ekonomi ekstraktif di kawasan hulu dan daerah tangkapan air

Selanjutnya, perubahan pendekatan penanggulangan bencana dari respons hilir ke pencegahan hulu, melalui pemulihan ekosistem, rehabilitasi hutan dan DAS, serta perlindungan ruang hidup masyarakat.

Kerusakan Ekologis... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler