Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, JeparaBanjir yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) mengakibatkan ribuan hektar sawah yang ditanami padi puso atau gagal panen. Akibatnya, kondisi ini dipastikan akan mengancam target swasembada pangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Jepara (DKPP Jepara) , Mudhofir menyebut berdasarkan data per Senin, (19/1/2026) lahan sawah yang terendam banjir sebanyak 3.931 hektar, yang tersebar di 14 kecamatan. Sebagian diantaranya mengalami puso.

“Yang terdampak ada sekitar 3.800-an hektar, yang sudah dinyatakan puso itu 2.807 hektar. Yang bisa diselamatkan 1.054 hektar,” sebut Mudhofir, Jumat (23/1/2026).

Padi yang puso itu rata-rata masih berumur sekitar satu bulan. Sedangkan, banjir telah merendam padi lebih dari sepekan. Sebagian kecil yang sudah siap panen di masa tanam pertama pun gagal panen.

Dari 14 kecamatan sebaran wilayah sawah terendam banjir. Ada lahan padi di 13 kecamatan yang dipastikan puso. Lahan padi yang puso paling luas berada di Kecamatan Kalinyamatan dan Pecangaan.

Rinciannya, di Kecamatan Kalinyamatan luas lahan yang dinyatakan puso seluas 742 Hektar. Sedangkan di Kecamatan Pecangaan seluas 350 hektar.

Kondisi ini mengakibatkan target swasembada pangan di Kabupaten Jepara terancam tak tercapai. Oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia, tahun ini Jepara ditarget swasembada pangan untuk masa tanam pertama dengan luas tanam 10.957 hektar. Hingga Kamis (22/1/2026), sudah terealisasi 10.589 hektar.

Target...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler