Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara - Pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) turun drastis. Penurunannya bahkan mencapai Rp 150 miliar.

Pada tahun 2025 lalu, pagu APBDes Kabupaten Jepara nilainya mencapai sebesar Rp 436,9 miliar. Sedangkan tahun 2026 ini nilainya turun menjadi Rp 286,67 miliar.

"Tahun ini penurunannya mencapai Rp 150 miliar," sebut Bupati Jepara, Witiarso Utomo, saat memberi pembinaan kepada petinggi se-Jepara di Pendapa RA Kartini, Senin (9/2/2026).

Tak hanya pagu APBDes, Wiwit juga menyebut adanya penurunan pada Bantuan Khusus Pemkab Jepara. Dari Rp 27 miliar pada 2025 lalu, kini menjadi Rp17,13 miliar.

"Kondisi ini menuntut pemerintah desa untuk lebih disiplin dan selektif dalam penggunaan anggaran," jelas Wiwit

Di sisi lain, terdapat beberapa pos yang mengalami kenaikan di APBD Jepara. Bagi Hasil Pajak dan Retribusi meningkat dari Rp 32 miliar menjadi Rp 34,8 miliar. Bantuan Khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga naik dari Rp 60 miliar menjadi Rp 70,9 miliar.

Bupati Jepara menegaskan, kenaikan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Namun karena total pagu transfer tetap menurun, seluruh aparatur pemerintah desa diminta realistis dan bijak dalam menyikapi kondisi fiskal.

“Pastikan setiap kegiatan memiliki manfaat yang jelas, terukur, serta berkelanjutan. Fokuskan anggaran pada program yang berdampak langsung kepada masyarakat, utamakan kebutuhan prioritas, hindari belanja kurang produktif, dan dorong kemandirian desa,” tegasnya.

Aparatur Desa...

  • 1
  • 2
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler