Cerita Warga Suwawal Soal Pesta Miras Maut Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 10 Februari 2026 20:02:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara - Masyarakat Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) digegerkan dengan kabar pesta miras maut di Desa Suwawal Timur, Kecamatan Pakisaji yang menewaskan lima orang sekaligus. Warga sesungguhnya sudah resah dengan keberadaan warung miras tersebut.
Warga setempat yang mengetahui insiden itu menyebutkan, warung miras milik pria berinisial R itu sudah sekitar sepuluh tahun beroperasi. Berbagai macam miras dijual di sana.
"Sudah lama (beroperasi). Buka 24 jam. Pelanggannya rata-rata orang dekat sini (sekitar Kecamatan Pakisaji)," kata warga yang ditemui Murianews.com.
R sebelumnya merupakan warga Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo. Setelah ibunya meninggal dunia beberapa tahun lalu, rumah yang berada di RT 3 RW 3 Desa Suwawal Timur ditempati sekaligus jadi warung miras.
Informasi yang dihimpun warga itu, R pada beberapa tahun lalu memiliki tempat karaoke di Kecamatan Mlonggo. Namun sudah tutup lama. Dalam tiga tahun terakhir, dia membuat tempat karaoke di satu kompleks dengan warung miras tersebut, meski tidak menyediakan pemandu karaoke.
"Kalau ada yang mau nyanyi atau nge-room, baru dipanggilkan pemandu ke situ," ungkap warga itu.
Sepengetahuan warga itu, R tidak mengoplos sendiri miras yang dijualnya. Melainkan beli dari pihak lain. Seperti miras jenis gingseng yang dia dapat dari kiriman warga Desa Bulungan, Kecamatan Pakisaji. Miras tersebut dijual Rp 10-15 ribu per gelas. Atau Rp 40 ribu per liter.
Lima orang Meninggal...
- 1
- 2



