Jalan di Sekuro Jepara Makin Ambyar, Warga Sambati Gubernur Jateng
Faqih Mansur Hidayat
Kamis, 26 Februari 2026 14:38:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Sebagian warga di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) meradang. Pasalnya, di saat pajak melesat naik, kondisi jalan justru bobrok alias rusak parah.
Kerusakan jalan paling parah, antara lain berada di ruas Mlonggo-Bangsri. Tepatnya di Desa Sekuro, Kecamatan Mlonggo yang berstatus jalan provinsi.
Pantauan Murianews.com, lubang-lubang menganga nyaris menghabisi seluruh badan jalan. Selain beridameter luas, banyak lubang memiliki kedalaman cukup parah.
Saking parahnya, saat melintas, terutama kendaraan roda empat, harus ekstra hati-hati. Jika tidak, hampir bisa dipastikan akan terperosok dan ambruk.
”Kondisi seperti ini sudah sekitar lima bulan," kata Badrudin (50), warga Desa Sekuro, Kamis (26/2/2026).
Sejauh ini, dia melihat belum ada perbaikan yang signifikan. Berkali-kali dicek. Tapi maksimal hanya ditambal.
”Akhir-akhir ini malah hanya dikasih sirtu (pasir dan batu). Ada hujan hilang lagi. Ini bahaya sekali, kalau malam banyak kendaraan terperosok. Sepeda motor yang lebih banyak. Kalau truk biasanya mau glempang (ambruk),” ungkap dia.
Warga setempat, kata Badrudin, sudah berkali-kali secara swadaya menambal lubang-lubang yang menganga. Harapannya, pemerintah bisa meneruskannya dengan perbaikan. Namun nyatanya justru lubangnya semakin banyak.
Warga Taat Pajak...
Warga Desa Sekuro lainnya, Zumaroh (50), juga meradang dengan kondisi jalan yang berbulan-bulan dibiarkan bobrok. Sebagai warga, sisa kesabarannya semakin menipis.
”Kapan dibenerinnya. Ini kan swadaya dari masyarakat. Katanya dibenerin, sampai sekarang belum ada. Katanya gorong-gorong mau dibenerin, nyatanya enggak ada. Air pada meluap ke jalan. Akhirnya rusak kaya gini, kaya di kali,” ujar Zumaroh.
Kerusakan jalan ini dikaitkan warga dengan kenaikan pajak kendaraan di Jateng. Warga sangat kecewa dengan kenaikan pajak yang tidak dibarengi dengan perbaikan jalan.
”Sudah pajak naik, jalannya enggak dibenerin. Kita sebagai masyarakat yang bayar pajak, harus dikembalikan lagi ke perbaikan jalan. Biar sama-sama enak,” jelas dia.
Kekecewaan yang sama juga dirasakan Badrudin. Sebagai warga yang selalu taat pajak, dia sangat kecewa dengan pemerintah. Sebab pajak yang sudah dibayarkan, ternyata tak dikembalikan lagi untuk kepentingan masyarakat.
”Saya bayar pajak rutin. Tapi kok jalannya mengkene dapure (begini rupanya),” tegas Badrudin.
Dia berharap agar pajak dikembalikan lagi menjadi fasilitas publik. Dia menuntut agar sebagai pemilik kewenangan jalan provinsi, gubernur Jateng Ahmad Luthfi segera memperbaiki jalan rusak.
”Pak Luthfi mohon ini diperbaiki cepat. Masalahnya ini sangat urgent. Ini bukan jalan buntu. Ini jalan utama. Jangan sampai ada korban,” tandas Badrudin.
Editor: Dani Agus



