Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Dua orang pemuda asal Desa Mambak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjadi korban salah sasaran bentrokan, Sabtu (28/2/2026) dinihari. Salah satunya mengalami luka seperti sayatan benda tajam.

Dua pemuda itu adalah M Eryc Kusuma (25) dan David (25). Insiden itu bermula ketika dua pemuda tersebut hendak membeli rokok ke warung di Desa Wonorejo, Kecamatan Jepara pukul 02.10 WIB.

Sebelumnya, dia nongkrong bersama teman-temannya di Desa Mambak. Jaraknya dari tempat kejadian perkara (TKP) hanya sekitar 1 kilometer.

Beberapa puluh meter sebelum di TKP, tepatnya di depan SPBU Mambak, dua pemuda itu diteriaki beberapa orang. Di kawasan itu memang kondisinya gelap.

"Iki lho bocahe, iki musuhe (ini orangnya, ini musuhnya)," kata Eryc menirukan teriakan orang tak dikenal itu, Sabtu (28/2/2026).

Dia melihat ada sekitar 50 orang yang berada di kanan dan kiri jalan tak jauh dari teriakan pertama. Mereka langsung melempari dua pemuda itu dengan air berbungkus plastik. David mendapatkan lemparan air yang di dalamnya terdapat batu hingga kepalanya lebam.

Mendekati TKP, baju Eryc ditarik orang tak dikenal hingga terjatuh. David tak bisa mengendalikan laju sepeda motornya.

Dalam sekejap, puluhan orang mengeroyok dua pemuda tersebut. Beruntung, David bisa melarikan diri meminta pertolongan. Sedangkan Eryc tak bisa berbuat banyak.

"Saya dengar ada botol kaca pecah," ujar dia.

Pantauan di lokasi, masih terdapat sisa bekas bungkus air berisi batu. Di sekitarnya juga terdapat pecahan botol warna hijau.

Dia hanya tertunduk sambil menutup kepala dengan tangannya ketika pukulan-pukulan menghujam tubuhnya.

"Sambil saya bilang, saya bukan orang Mlonggo. Saya orang Mambak. Sambil menunjukkan KTP. Tapi mereka tetap mukulin saya," kata Eryc saat ditemui Murianews.com di rumahnya.

Sekitar lima menit dia dihajar habis-habisan dengan tangan kosong dan beberapa benda yang tak diketahuinya. Saat beberapa pelaku melihat KTP Eryc, dan ternyata memang warga Mambak, puluhan pemuda itu langsung melarikan diri.

Beberapa saat kemudian, warga datang menghampiri Eryc. Tangannya berlumuran darah. Dia kira kepalanya bocor. Ternyata, bahu hingga pinggang kirinya terdapat luka menganga. Dia menelpon ayahnya untuk kemudian membawanya ke RSI Sultan Hadlirin untuk mendapatkan perawatan.

Dalam foto yang ditunjukkan kepada Murianews.com, luka itu mirip dengan sayatan benda tajam. Lukanya terlihat hanya satu kali sabetan memanjang.

"Saya dijahit 16 jahitan. Kepala saya masih sakit," sebut Eryc.

Hingga saat ini, Eryc masih belum tahu pasti siapa dan dari mana gerombolan pemuda itu. Rencananya, insiden ini akan dia laporkan kepada pihak kepolisian. Ayahnya kini sedang mengumpulkan berbagai barang bukti. Termasuk CCTV yang berada di area TKP.

Dari informasi yang dihimpun Murianews.com, di kawasan itu memang kerap menjadi arena bentrokan antar kelompok pemuda. Warga setempat mensinyalir, dua kelompok yang biasa bentrokan di lokasi itu diduga adalah pemuda asal Kecamatan Mlonggo dan Jepara Kota.
Editor: Cholis Anwar

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler