Melihat Sakralitas Larungan Kepala Kerbau di Jepara
Faqih Mansur Hidayat
Sabtu, 28 Maret 2026 09:25:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Ratusan perahu nelayan berhenti di satu titik perairan dekat Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (28/3/2026). Mereka merayakan tradisi sedekah laut bernama Larungan Kepala Kerbau.
Rombongan pembawa miniatur kapal berisi kepala kerbau bule bertolak dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu sebelum matahari meninggi. Di tengah laut, sudah menunggu ratusan perahu nelayan dari berbagai penjuru.
Seperti perang, ratusan perahu itu berlayar bersama menuju satu titik yang sudah ditentukan. Saat tiba di lokasi, seluruh mesin perahu dimatikan.
Doa dilangitkan tinggi-tinggi. Setelah itu, bupati Jepara melarung miniatur perahu ke laut. Dalam sekelebat, puluhan lelaki telanjang dada melompat dari perahu masing-masing. Tanpa pelampung, mereka langsung menyergap miniatur perahu itu.
Seperti hendak baku hantam, para lelaki itu saling adu kekuatan untuk bisa meraih kepala kerbau. Mereka saling berebut apapun yang berada di miniatur perahu itu. Seperti sesaji, bagian perahu hingga perhiasan yang menempel di kepala kerbau bule.
Puluhan kapal itu saling bertabrakan. Namun semua berusaha saling menyelamatkan.
Setelah kepala kerbau berhasil diraih beberapa lelaki, para nelayan langsung mengambil air laut. Mereka menyiramkannya ke perahu mereka masing-masing. Sedekah laut sudah dijalankan. Keberkahan melimpah menjadi harapan.
Larungan kepala kerbau ini merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan sepekan setelah Idulfitri. Bagi para nelayan, ini adalah wujud rasa syukur dan doa agar senantiasa diberi kelimpahan rejeki saat melaut.
Wujud syukur...
- 1
- 2



