”Ini adalah wujud syukur kita kepada alam dan Allah SWT, kemarin, tahun lalu, kita sudah diberi rejeki. Dan kita berharap kita diberi rejeki yang melimpah juga di tahun depan,” kata Bupati Jepara, Witiarso Utomo.
Selain itu, lanjut Wiwit, larungan kepala kerbau juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya khas Jepara. Sehingga diharapkan, akan menarik wisatawan dari berbagai penjuru.
”Tahun depan kita juga ajak bule-bule (wisatawan asing) berpartisipasi sehingga bisa go internasional,” imbuh Wiwit.
Murianews, Jepara – Ratusan perahu nelayan berhenti di satu titik perairan dekat Pulau Panjang, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (28/3/2026). Mereka merayakan tradisi sedekah laut bernama Larungan Kepala Kerbau.
Rombongan pembawa miniatur kapal berisi kepala kerbau bule bertolak dari dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu sebelum matahari meninggi. Di tengah laut, sudah menunggu ratusan perahu nelayan dari berbagai penjuru.
Seperti perang, ratusan perahu itu berlayar bersama menuju satu titik yang sudah ditentukan. Saat tiba di lokasi, seluruh mesin perahu dimatikan.
Doa dilangitkan tinggi-tinggi. Setelah itu, bupati Jepara melarung miniatur perahu ke laut. Dalam sekelebat, puluhan lelaki telanjang dada melompat dari perahu masing-masing. Tanpa pelampung, mereka langsung menyergap miniatur perahu itu.
Seperti hendak baku hantam, para lelaki itu saling adu kekuatan untuk bisa meraih kepala kerbau. Mereka saling berebut apapun yang berada di miniatur perahu itu. Seperti sesaji, bagian perahu hingga perhiasan yang menempel di kepala kerbau bule.
Puluhan kapal itu saling bertabrakan. Namun semua berusaha saling menyelamatkan.
Setelah kepala kerbau berhasil diraih beberapa lelaki, para nelayan langsung mengambil air laut. Mereka menyiramkannya ke perahu mereka masing-masing. Sedekah laut sudah dijalankan. Keberkahan melimpah menjadi harapan.
Larungan kepala kerbau ini merupakan tradisi yang rutin diselenggarakan sepekan setelah Idulfitri. Bagi para nelayan, ini adalah wujud rasa syukur dan doa agar senantiasa diberi kelimpahan rejeki saat melaut.
Wujud syukur...
”Ini adalah wujud syukur kita kepada alam dan Allah SWT, kemarin, tahun lalu, kita sudah diberi rejeki. Dan kita berharap kita diberi rejeki yang melimpah juga di tahun depan,” kata Bupati Jepara, Witiarso Utomo.
Selain itu, lanjut Wiwit, larungan kepala kerbau juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya khas Jepara. Sehingga diharapkan, akan menarik wisatawan dari berbagai penjuru.
”Tahun depan kita juga ajak bule-bule (wisatawan asing) berpartisipasi sehingga bisa go internasional,” imbuh Wiwit.