Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Sebagian nelayan di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), sudah sepekan tak melaut. Pasalnya, mereka tak bisa membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite di SPBU.

Marlan, salah satu nelayan asal Dukuh Nyamplungan, Desa Karimunjawa mengaku tak bisa membeli pertalite di SPBU.

Kendati masih bisa beli solar untuk mesin diesel perahunya, dia tetap butuh pertalite untuk mengisi genset dan menghidupkan lampu penerangan saat melaut.

Marlan tak sendirian. Di kelompok nelayannya bernama Karya Lestari, ada 34 orang yang bernasib sama. Seminggu tak bisa melaut. Sebagai nelayan teri dan cumi, mereka memang butuh penerangan.

”Kalau solar, kami masih bisa beli pakai barcode My Pertamina. Tapi kalau pertalite untuk penerangan, kami tidak bisa beli di SPBU,” kata Marlan, Selasa (31/3/2026).

Biasanya, lanjut Marlan, para nelayan membeli pertalite di pengecer. Sekali melaut, setiap nelayan butuh sekitar 5-6 liter pertalite. Namun selama sepekan terakhir, pengecer tak diperbolehkan membeli dalam jumlah banyak di SPBU.

”Akhirnya kami tidak bisa melaut. Karena tidak ada BBM untuk penerangan,” ucap Marlan.

Para nelayan pun akhirnya terpaksa membeli langsung ke SPBU. Sebagai bentuk protes, para nelayan membawa gensetnya ke SPBU agar bisa mendapat pertalite. Antrean mengular puluhan meter di luar SPBU. 

Pembatasan...

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler