Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) memperingati Hari Jadi ke 477 tahun. Ada tradisi menghadirkan sosok Ratu Kalinyamat di hari besar ini.

Seperti tahun-tahun lalu, momen Hari Jadi Jepara selalu menyuguhkan sendra tari yang bercerita tentang perjuangan Ratu Kalinyamat mengusir kolonialisme. Sosok perempuan tangguh ini selalu dihadirkan sebagai simbol keberanian kaum perempuan Jepara.

Setiap tahun, pemeran sosok Ratu Kalinyamat selalu berganti. Tak sembarang perempuan bisa menjadi pemeran Pahlawan Nasional itu. Ada tahapan seleksi cukup ketat yang dilakukan tim panitia.

Tahun ini, yang menjadi pemeran sosok Ratu Kalinyamat adalah Efie Rohmatin Marilah. Perempuan asal Kecamatan Tahunan.

Mahasiswi jurusan akuntansi Unisnu Jepara itu tampil gagah mengenakan pakaian serba merah dan menaiki kuda. Sebilah keris yang disisipkan di pinggang menambah aura sangar.

Pimpin rombongan...  

Dengan menaiki kuda, dia memimpin rombongan pejabat dari Pendapa RA Kartini menuju kompleks Makam Mantingan. Sepanjang jalan, dia menjadi sorotan masyarakat.

”Ini baru pertama kali saya ikut seleksi dan jadi pemeran Ratu Kalinyamat,” kata Duta Wisata Jepara itu.

Perempuan berusia 22 tahun itu harus melewati tahapan seleksi cukup ketat. Mulai dari postur, ekspresi hingga cara mengendalikan kuda.

”Yang paling sulit memang menge dalikan kuda. Kaya tadi saja, kudanya agak sulit dikendalikan. Mungkin karena ada banyak orang,” ujar dia.

Sebelum memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Ada beberapa ritual yang harus dia lewati. Seperti ziarah ke makam Ratu Kalinyamat hingga puasa.

”Kemarin sebelum hari H saya puasa. Sebelumnya juga sudah puasa Senin dan Kamis,” kata Efie.

Beban berat.. .  

Efie merasa ada beban berat saat memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Sebab Ratu Kalinyamat adalah salah satu tokoh yang paling dianggap sakral di Jepara.

”Ada rasa bangga dan takjub. Karena tidak pernah membayangkan bisa memerankan sosok Ratu Kalinyamat. Semoga saya bisa mengimplementasikan perjuangan beliau di kehidupan saya,” ungkap Efie.

Editor: Anggara Jiwandhana

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler