Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Murianews, Jepara – Program gentengisasi yang digulirkan pemerintah pusat tampaknya membawa angin segar bagi para perajin genting. Secara khusus, Kabupaten Jepara, bahkan menjadi opsi penyuplai genting dari Jawa Tengah (Jateng).

Opsi itu muncul dalam pertemuan antara Gubernur Jateng, Akhmad Luthfi, Bupati Jepara Witiarso Utomo beserta sejumlah pejabat lain dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait pada Kamis (2/4/2026) lalu.

Pertemuan itu antara lain membahas terkait gentengisasi dalam program bedah rumah atau bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS). Khusus di Jateng, Kabupaten Jepara dan Kebumen diusulkan menjadi opsi penyuplai genting untuk program tersebut.

Rencana itu pun sudah didengar sebagian produsen genting di Jepara. Beberapa dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) bahkan telah mendatangi beberapa produsen genting. Antara lain di Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong.

Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan Disperindag, tercatat ada 73 produsen yang tersebar di beberapa kecamatan di Kota Ukir.

Suratno, salah satu pengusaha genting asal Desa Mayong Lor, mengaku telah mendengar kabar tersebut. Saat ini, informasi itu masih jadi pembahasan di tingkat desa. Lewat paguyuban perajin genting, pihak desa menyiapkan betul rencana gentengisasi itu.

”Kalau memang benar, ya Alhamdulillah. Supaya usaha genting bisa bangkit lagi, ramai lagi. Ekonomi bisa jalan,” kata Suratno, Kamis (16/4/2026).

Suratno mengakui, setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, permintaan genting turun drastis. Jika dulu per hari bisa memproduksi minimal tiga ribu buah, akhir-akhir ini maksimal hanya separuhnya.

Lebih Pilih Seng atau Asbes... 

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler