Peringati Hari Kartini di Jepara, Wamenham Soroti Hak Perempuan
Faqih Mansur Hidayat
Selasa, 21 April 2026 16:28:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Soal itu, Mugiyanto menyatakan bahwa saat ini sudah ada banyak unit perlindungan perempuan dan anak dari tingkat pusat hingga daerah.
”Artinya, negara pastikan hadir untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak. Itu semua inspirasinya dari Kartini,” jelas Mugiyanto.
Di samping itu, Mugiyanto juga menyebut saat ini sudah banyak jaminan pemerintah terhadap hak-hak perempuan. Misalnya, ada kuota bagi perempuan untuk berada di wilayah-wilayah publik. Seperti di legislatif yang mengamanatkan harus 30 persen keterwakilan perempuan.
Kemudian, penganggaran-penganggaran yang ada di pemerintah pusat maupun daerah, sekarang harus responsif gender. Anggaran-anggaran untuk pemberdayaan perempuan itu betul-betul dilakukan.
”Tidak ada lagi batasan bahwa perempuan tidak boleh menduduki posisi-posisi itu, tidak. Jadi pemerintah hari ini, saya pikir tidak hanya hari ini, sejak reformasi, perempuan sudah bisa berkembang, berdaya, berkontribusi dan bekerja di wilayah-wilayah publik. Tidak terdomestifikasi,” tandas Mugiyanto.
Editor: Cholis Anwar



