Stok Pupuk Subsidi di Jepara Melimpah, Petani Tak Perlu Khawatir
Faqih Mansur Hidayat
Jumat, 29 Mei 2026 15:18:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara - Menjelang musim tanam tiga (MT3), stok pupuk subsidi di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) masih melimpah. Para petani di Jepara diminta tak perlu khawatir.
Diketahui, alokasi pupuk subsidi tahun 2026 untuk Jepara ada sebanyak 25.451,6 ton. Jumlah itu terdiri dari pupuk urea 12.300 ton, NPK 13.000 ton, pupuk organik 50 ton, dan pupuk ZA 101,6 ton.
Jumlah alokasi ini naik sebanyak 1.555.600 kilogram dibandingkan tahun 2025 yang hanya 23.839.000 kilogram atau 23.839 ton. Dengan rincian pupuk urea sebanyak 12.295 ton, NPK sebanyak 11.500 ton, organik 100 ton, dan ZA sebanyak 1 ton.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Jepara (DKPP Jepara), Mudhofir menyebut, per April lalu, serapan pupuk subsidi jenis Urea sebanyak 46,46 persen, NPK 47,36 persen. Adapun jumlah penerima pupuk subsidi sebanyak 59.174 petani.
"Berdasarkan data itu, serapan pupuk subsidi masih normal. Masih taraf aman," kata Mudhofir, Jumat (29/5/2026).
Mudhofir juga menyebut, sejauh ini kendala pendistribusian pupuk subsidi salah satunya adalah tertundanya pengajuan kepada Pupuk Indonesia. Seringkali para petani lambat saat menebus pupuk subsidi.
"Tapi kita tidak bisa menyalahkan petani. Karena kebutuhan pupuk para petani berbeda-beda. Tergantung kapan dia mulai menanam dan harus memupuk. Petani mengambilnya sesuai kebutuhan masing-masing," ujar Mudhofir.
Selain itu, sebagian petani juga masih sering menebus pupuk subsidi dengan cara mengambil seluruh jatah kuotanya sepanjang tahun. Akibatnya, jatah untuk petani lain ikut terambil. Sehingga diperlukan pengajuan lagi kepada Pupuk Indonesia.
Terlepas dari itu, Mudhofir memastikan stok pupuk subsidi di kios pupuk dalam kondisi aman dan tersedia.
Saat ini, para petani juga semakin dimudahkan ketika ingin menebus pupuk subsidi di kios. Jika dulu harus menggunakan kartu tani, sekarang hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sudah bisa.
"Sekarang basis datanya dengan NIK," sebut Mudhofir.
Dengan stok pupuk subsidi yang masih tersedia, Mudhofir memprediksi masih cukup untuk kebutuhan petani di MT3. Jika pun kekurangan, maka pihaknya akan mengajukan tambahan kuota kepada pemerintah pusat.
Editor: Budi Santoso



