Masalah IPAL Membuat 9 SPPG di Jepara Dinonaktifkan BGN
Faqih Mansur Hidayat
Rabu, 3 Juni 2026 12:46:00
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Badan Gizi Nasional (BGN) menonaktifkan sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng). Akibatnya, ribuan siswa tak menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan salinan surat BGN Nomor: 2740/D.TWS/05/2026 tertanggal 25 Mei 2026 tentang pemberhentian operasional sementara, ada sembilan SPPG di Jepara yang dihentikan sementara operasionalnya.
Dalam surat itu, disebutkan alasan penonaktifan sementara karena instalasi pengolahan air limbah (IPAL) belum tersedia atau belum memenuhi standar yang ditetapkan. IPAL adalah sebagai sistem atau fasilitas yang dirancang khusus untuk memproses dan mengelola limbah cair, sehingga aman dibuang ke lingkungan atau dapat digunakan kembali.
Dengan pertimbangan risiko yang dapat ditimbulkan terhadap kualitas produksi, mutu gizi, dan keamanan pangan, maka BGN menonaktifkan sementara sembilan SPPG di Jepara itu.
Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa merasa sangat terbantu dengan adanya penonaktifan oleh BGN tersebut. Sebab dia menganggap itu salah satu bentuk pengawasan yang ketat.
Dia menyatakan, IPAL adalah syarat wajib setiap SPPG sebelum beroperasi. Namun dalam perjalanannya, sebagian IPAL SPPG tidak cukup menampung air limbah yang keluar.
"Sehingga menyebabkan banyaknya laporan masih meluber dan sebagainya," kata Wildan, Rabu (3/6/2026).
Lama Beroperasi...
- 1
- 2



