Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Murianews, Jepara – Proyek pembangunan Sekolah Rakat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih terus berjalan. Pada saat yang sama, perekrutan calon siswa juga berlangsung.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsospermades) Jepara, Muh Ali menyebut, nantinya kompleks Sekolah Rakyat yang dibangun di Bumi Perkemahan Pakis Adhi, Kecamatan Pakisaji itu akan menampung siswa dari tingkat SD hingga SMA.
”Masing-masing tingkatan akan direkrut 90 siswa,” sebut Muh Ali, Kamis (4/6/2026).
Ali menyebut, untuk tingkat SMP dan SMA, calonnya melebihi kuota. Ada lebih dari 100 calon siswa yang masuk dalam database.
”Sedangkan yang SD, masih baru 56 siswa. Jadi masih perlu tambahan menjadi 90 siswa,” kata Muh Ali.
Ali mengatakan, dari Kementerian Sosial (Kemensos) telah menurunkan database calon siswa sekolah rakyat. Warga yang bisa menjadi siswa adalah mereka yang berasal dari keluarga dalam kategori desil 1 dan 2 berdasarkan Data Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Saat ini, lanjut Ali, petugas Dinsospermades sudah melakukan asesmen terhadap nama-nama calon siswa yang masuk database.
”Saat ini yang tingkat SMP dan SMA sudah dilakukan asesmen, mendatangi rumah ke rumah dan mendapat 90 siswa. Tinggal yang tingkat SD, nanti kita edukasi calon siswanya,” jelas dia.
Sistem Asrama...
Nantinya, imbuh Ali, seluruh siswa sekolah rakyat itu akan menjalani pendidikan dengan sistem asrama. Seluruh biaya akan ditanggung pemerintah pusat alias gratis.
”Di asrama nanti semuanya dicukupi. Makan sehari tiga kali. Semua biaya gratis,” ujar Ali.
Diketahui, program Sekolah Rakyat di Jepara ini sudah berjalan satu tahun ajaran. Selama ini baru tingkat SD saja. Karena belum punya gedung sendiri, sementara ini sekolah rakyat menggunakan sebagian bangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Pecangaan.
Editor: Cholis Anwar



