Berdasarkan laporan yang masuk, Wildan menilai jika keterlambatan pencairan dana itu bukan dikarenakan kesalahan administrasi oleh SPPG. Melainkan mekanisme yang berlangsung secara terpusat di BGN.
”Tidak hanya di Jepara (keterlambatan pencairan). Tapi nyaris di seluruh Indonesia,” ungkap Wildan.
Murianews, Jepara – Puluhan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG di Jepara tutup sementara. Pasalnya, dana operasional dari badan gizi nasional (BGN) tak kunjung cair.
Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Wildan Musthofa menyebut, laporan terkait belum cairnya dana dari BGN itu dia terima sejak pekan lalu. Pada Jumat pekan lalu, ada 33 dapur MBG Jepara yang dananya terlambat cair. Mestinya, pencairan dana tersebut secara periodik setiap dua pekan sekali.
”Sejak Jumat pekan lalu ada keterlambatan pencairan. Tapi Senin kemarin dan hari ini sudah ada beberapa SPPG yang bisa pencairan. Sehingga bisa beroperasi kembali,” jelas Wildan saat dihubungi Murianews.com lewat sambungan telepon, Selasa (9/6/2026).
Per hari ini, Wildan bilang masih ada sekita 25 dapur MBG di Jepara yang dananya belum cair. Dia menyatakan, data tersebut akan selalu dinamis.
Akibat keterlambatan pencairan tersebut, lanjut Wildan, puluhan SPPG itu sempat beberapa hari berhenti beroperasi. Sehingga penerima manfaat tidak menerima MBG.
Batas waktu...
”Tapi yang sudah cair, mereka langsung beroperasi lagi sehari setelahnya. Memang ada jeda sehari dari pencairan. Karena perlu persiapan, pembelian bahan baku dan lainnya,” kata Wildan.
Kasus seperti itu terjadi misalnya di SPPG Jambu 1, Kecamatan Mlonggo, kemarin (8/6/2026).
Pihak dapur mengumumkan kepada penerima lewat pesan WhatsApp jika akan berhenti beroperasi sementara sejak 9 Juni 2026 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Alasannya, sedang dalam proses administrasi menunggu dana VA masuk.
Di hari yang sama, pihak dapur MBG atau SPPG Jambu 1 mengumumkan jika penutupan sementara itu tidak terjadi.
Pasalnya, dana VA sudah cair dan dapur MBG tersebut beroperasi.
Laporan masuk...
Berdasarkan laporan yang masuk, Wildan menilai jika keterlambatan pencairan dana itu bukan dikarenakan kesalahan administrasi oleh SPPG. Melainkan mekanisme yang berlangsung secara terpusat di BGN.
”Tidak hanya di Jepara (keterlambatan pencairan). Tapi nyaris di seluruh Indonesia,” ungkap Wildan.
Editor: Anggara Jiwandhana